Dosen UGM Kembangkan ‘Rektanigama’

YOGYA, KRJOGJA.com – Guru besar Fakultas Pertanian UGM, Prof Dr Irham MSc mengembangkan sebuah platform pencatatan usaha tani yang diberi nama Rektanigama, kependekan dari Rekam Usahatani Gadjah Mada. Aplikasi digital ini dikembangkannya sebagai mitra petani dalam memudahkan pencatatan usaha tani, khususnya dalam mendukung kebutuhan administrasi sertifikasi organik dan secara umum menjadi bagian kegiatan manajerial dalam berusaha tani dengan komoditas yang kompleks.

Irham menuturkan inisiasi pencatatan digital ini sudah dimulai sejak tahun 2013 dengan nama introduksi ‘Pokniluh’, sebuah portal tabulasi data usaha tani dalam jaringan dan diujicobakan di Kulonprogo melalui dukungan dana pengabdian dari LPPM UGM. Pokniluh ini bertransformasi menjadi Rektanigama. Kemenristekdikti berperan besar dalam transformasi tersebut.

Menurut Irham, Rektanigama memiliki beberapa keunggulan dibandingkan Pokniluh, salah satunya petani tidak hanya mencatat input usaha tani pada akhir pengelolaan, tetapi juga mencatat aktivitas harian dengan rinci serta tetap mengedepankan asas mudah dan praktis. “Kondisi sosial dan budaya petani menjadi pertimbangan utama bagi tim Rektanigama. Tim ini terus berkomitmen agar aplikasi berbasis website Rektanigama mudah untuk diakses dan digunakan oleh petani,” tuturnya di Kampus UGM, Selasa (11/2/2020) petang.

Irham mengatakan, pada dasarnya pencatatan usaha tani (farm record) tidak hanya bermanfaat pada jenis usaha tani komersial, tapi juga usaha tani dengan tipe subsistem, baik dengan sistem usaha organik maupun konvensional (non organik). Pada usaha tani dengan sistem organik, pencatatan usaha tani bahkan menjadi aspek yang dipersyaratkan secara teknik untuk keperluan sertifikasi.

“Dari sisi produk, pencatatan usaha tani memberikan jaminan kemampuantelusuran suatu komoditas sehingga bisa memberikan informasi yang memadai bagi konsumen,” ujarnya.

Rektanigama diharapkan bisa menjadi hub dalam penyediaan data pertanian yang valid, faktual dan assessable. Dengan data-data pertanian yang valid, faktual dan komprehensif dapat dijadikan alat dalam pengambilan kebijakan, baik di tingkat lokal, regional maupun nasional. “Kita sudah ujicobakan aplikasi ini di Sleman dan Magelang dan terus dikembangkan menuju kesempurnaan aplikasi. Kita berharap Rektanigama menjadi aplikasi yang direkomendasikan bagi petani karena keandalan dan kepraktisannya,” pungkasnya.(Dev)

BERITA REKOMENDASI