Edupreneurship, Tantangan Dunia Pendidikan

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJOGJA.com – Nyata benar adanya, digitalisasi menjadi tantangan dunia pendidikan.

“Yang terlihat nyata adanya lost learning,” kata Utik Bidayati SE MM selaku Wakil Rektor Bidang Keuangan, Kehartabendaan dan Administrasi Umum Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dalam Pelepasan Wisudawan/Wisudawati Periode Januari 2022 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) – UAD, Kamis (27/01/2022).

Hadir dan memberi sambutan Dr Trikinasih Handayani MSi (Dekan FKIP-UAD), Rektor UAD Dr Muchlas MT.

Utik menyampaiakan materi Peluang dan Tantangan Digital Edupreneurship bagi Sarjana Pendidikan.

Menurut Utik Bidayati, lost learning juga tidak lepas dari leadership in edupreneur. “Kalau entreprenuer, yakni seseorang yang bersedia menanggung risiko dengan menciptakan bisnis baru,” katanya.

Utik Bidayati mengutip pandangan Charles WL, edupreneur, yakni seorang pendidik yang menyelenggaarakan bisnis berkaitan dengan pendidikan yang telah menginvestasikan waktu, tenaga, modal untuk amembuat, mengembangkan, memasarkan produk, layanan atau teknologi untuk  meningkatkan pembelajar.

Ditegaskan Utik Bidayati, bagi sarjana pendidikan harus menjadi pendidik adaptif. “Pendidik harus cepat tanggap terhadap banyak perubahan dan kemajuan di dunia pendidikan. Kuncinya, belajar, menyesuaikan dan berani berubah,” ujarnya.

Setahu Utik Bidayati, pengembangan digital untuk edupreneurship bisa dengan online training, workshops, tutorial video, webinar, how-to-guides, e-books. Peluang pembelajaran daring banyak sekali. Contohnya ruang guru, rumah belajar, Google.classroom, sekolah.mu, google for education, kelas pintar, edupuzzle, edmodo. (Jay)

BERITA REKOMENDASI