Efektif, Kolaborasi dalam Penanganan Covid-19

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJOGJA.com – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang tergabung dalam tim riset Program Kreativitas Mahasiswa, Riset Sosial Humaniora (PKM RSH) UMY melakukan kajian ilmiah tentang pola kolaborasi dalam penanggulangan bencana pandemi Covid-19 di DIY yang dilakukan antara Pemda DIY melalui Badan Penanggulanangan Bencana Daerah (BPBD) DIY dengan Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY.

Para mahasiswa tesebut yakni Vicky Alfitra Perdana, Ahmad Syafiqurrohman, M Noor Cahyadi ES, Nita Aribah Hanif, Muhammad Miftahul Ahsan dibimbing oleh Dosen Pembimbing Rahmawati Husein MCP PhD. Judul kajian ‘Collaborative Governance Dalam Penanggulangan Covid-19, Studi Kasus: Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Muhammadiyah Covid-19 Command Center’.

Vicky Alfitra mengatakan, penanggulangan bencana covid di lingkup DIY melalui skema kolaborasi berjalan efektif. Menurutnya, kerja sama antara Pemda dengan pihak lain dalam penangglangan bencana sangat diperlukan, karena keterbatasan tangan pemerintah untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat di berbagai darah.

“Dengan berkolaborasi, maka penanggulangan bencana yang dilakukan dapat terselesaikan dengan baik,” terang Vicky dalam siaran pers, Selasa (19/10/2021).

Menurut Vicky, kolaborasi yang dilakukan kedua lembaga tersebut (BPBD DIY dan MCCC PWM DIY) tidak didasari pada suatu perjanjian yang tertulis seperti MoU, melainkan berdasar asas saling percaya yang sudah terjalin cukup lama, bahkan dari sebelum adanya pandemi itu sendiri. Sehingga disadari keberadaan MoU untuk menjadi landasan kolaborasi ini dianggap tidak perlu. Selain itu, pola komunikasi yang dilakukan antara BPBD dengan MCCC terkait respon kebencanaan pandemi Covid-19 dilakukan dengan cara non-formal yakni melalui sosial media seperti whatsapp group (WAG).

BERITA REKOMENDASI