Fakukltas Pertanian UST Ajak Petani Mengolah Lidah Buaya

Editor: Ivan Aditya

YOGYA (KRjogja.com) – Fakultas Pertanian Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta, melihat nilai tambah yang ada di daun lidah buaya bisa menjadi bahan pangan kesehatan. Daun lidah buaya punya kandungan nutrisi yang baik.

"Bisa dijadikan nata de aloe, sari daun, dodol, jelli, krupuk, dan aneka minuman sirup, serbat lidah buaya dan sebagainya," jelas Dosen Fak Pertanian UST, Maria Theresia Darini di kampus setempat, Sabtu (12/11/2016).

Oleh karena itu, Fakultas Pertanian UST kemudian menggandeng Kelompok Wanita Tani Eka Lestari dan Mekar Sari Poncosari Srandakan Bantul untuk membudidaya dan mengolah daun lidah buaya (aloe vera L). Darini melakukan pendampingan bersama dosen lainnya Ig Suprih Sudrajat.

Menurut Darini, lidah buaya merupakan tanaman multi fungsi. Sebagai tanaman hias, bahan makanan kesehatan, bahan industri dan tanaman obat. Di DIY ada empat jenis tanaman lidah buaya yakni aloe barbadensis, aloe perriy, aloe ferox dan aloe vera. Populasi tertinggi dari jenis aloe vera.

Menurut Darini, Bantul cukup potensi untuk mengembangkan tanaman lidah buaya, karena ketersediaannya lahan. Maka F-Pertanian UST memberika penyuluhan kepada Kelompok Wanita Tani dan melakukan pendampingan dengan memberi informasi, inovasi dan teknologi pengolahannya, pengemasan dan pemasarannya. Hasilnya bisa untuk menambah pendapatan petani dan nelayan yang tidak bisa melaut pada saat gelombang laut besar.

Dari pelatihan dan pendampingan bisa menghasilkan produk nata de aloe dikemas dalam gelas dan ditutup. Sirup lidah buaya diproses dengan blender dan penyaring ditambah sedikit gula pasir. Jelli lidah buaya dengan aluminium foil yang aman, rapi. Teh yang dikemas dengan plastik atau aluminium foil yang praktis dinikmanti konsumen. (War)

BERITA REKOMENDASI