Fapet UGM-Kementan Kembangkan Lembu Gama

SLEMAN, KRJOGJA.com – Fakultas Peternakan (Fapet) UGM dan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Kementerian Pertanian RI menandatangani perjanjian kerja sama pengembangan sapi Belgian Blue pada Senin (05/02/2018) di kantor Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Jakarta.  

Kerja sama ini dilaksanakan dalam rangka percepatan pengembangan sapi otot ganda breed Belgian Blue yang oleh Fakultas Peternakan UGM disebut dengan Lembu Gama.  Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Dekan Fakultas Peternakan, Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA, DEA, IPM dan Dirjen PKH, drh. I Ketut Diarmita, MP.

“Swasembada daging sapi menjadi salah satu kontributor program swasembada protein hewani. Daging sapi potong memberikan konstribusi sekitar 20–22% dari total konsumsi hewani. Daging sapi menjadi demand yang tidak mudah digantikan karena tidak hanya berkaitan dengan preferensi konsumen, tetapi juga kadang berkaitan dengan acara ritual baik adat maupun keagamaan,” kata Prof. Ali Agus di sela penandatanganan perjanjian kerja sama.

Menurut Prof Ali Agus isu kelangkaan dan mahalnya daging sapi hampir setiap tahun muncul dan menjadi headline. Hal tersebut menjadi indikator persapian termasuk isu yang penting dan menguasai hajat hidup orang banyak. Berkaitan dengal hal tersebut, Fakultas Peternakan UGM tanggap terhadap situasi sehingga terus mengembangkan inovasi untuk berkonstribusi dalam swasembada daging sapi dengan cara menghasilkan sapi produksi tinggi. 

"Sapi Belgian Blue merupakan sapi jenis Bos Taurus (dikembangkan di Belgia, Eropa) dengan ciri khas otot ganda. Dengan kelebihan otot ganda tersebut, dengan unit ekor yg sama akan dihasilkn daging yg lebih tinggi," kata Prof Ali Agus.
 
Prof. Ali Agus menambahkan, Sapi Belgian Blue yang saat ini telah dihasilkan (kerja sama dengan PT Widodo Makmur Perkasa sejak 2014 lalu) disilangkan dengan breed sapi Bos Indicus (jenis sapi daerah tropik) diharapkan akan menghasilkan sapi berotot ganda tetapi mampu beradaptasi dengan baik di daerah tropik. Sebagai contoh, 9 ekor sapi Lembu Gama yang ada saat ini, pada umur 1 tahun telah mencapai berat badan rata-rata 320 kg, sementara sapi Brahman cross baru mencapai 204 kg. Terdapat perbedaan yang jauh  dalam hal berat badan.

“Melalui kerja sama dengan Dirjen PKH Kementan RI ini, semoga kontribusi Fakultas Peternakan UGM dalam mewujudkan cita-cita swasembada daging sapi semakin dekat melalui lahirnya generasi Lembu Gama,” pungkas Prof. Ali Agus. (*) 

BERITA REKOMENDASI