Farmasi UMS Lahirkan Dua Guru Besar Baru

SOLO, KRJOGJA.com – Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pecah telor dalam melahirkan guru besar. Untuk yang kali pertama langsung dua orang guru besar yakni Prof Dr Muhtadi dan Muhammad Da’i MSi Apt. Keduanya akan dikukuhkan rektor Prof Dr Sofyan Anif, Sabtu (07/12/2019).

Secara kebetulan SK profesor dua dosen Fakultas Farmasi itu hampir bersamaan. Prof Muhtadi lebih dulu disusul Prof Dai. Dalam pengukuhan Prof Muhtadi akan menyampaikan orasi "Peran kekayaan hayati sebagai sumber ilmu kimia, agen fitoterapi dan harta kekayaan bangsa yang terpendam."

Sedang Prof Da'i mengungkap soal "Eksplorasi agen kemoterapi mon toksik: kajian terhadap riset Kurkumin, turunan dan analog Kurkumin, serta senyawa lain bersumber dari tanaman. Kedua sama-sama mengembangkan obat dari bahan dasar tumbuhan. Bedanya Prof Muhtadi mengarah pada obat penyakit degeneratif, sedang Prof Da'i kanker.

Insidensi kanker di dunia pada 2018 seperti yang dilaporkan International Agency for Research on Cancer sekitar 18,1 juta kasus dan 9,6 juta diantaranya meninggal. Prof Da'i menyebutkan pada kedua jenis kelamin, insidensi kanker paru 11,6 persen, diikuti kanker payudara 11,6 persen, kanker prostat 7,1 persen, dan kanker kolorektal 6,1 persen.

Profil diatas mirip dengan insidensi kanker di Indonesia. Menurut Prof Da'i tanaman Indonesia mengandung senyawa-senyawa yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai agen kemoterapi yang bersifat non toksik, selektif dan aman. Modifikasi senyawa dari tanaman menjadi turunan dan analognya dapat meningkatkan sifat farmakologis, fisik dan kimia dari senyawa induk. Pengembangan kurkumin menjadi pentagamavunon-1 (PGV-1) dapat menjadi model pengembangan senyawa dari tanaman Indonesia untuk dijadikan sebagai agen kemoterapi.

"Senyawa-senyawa yang berasal dari tanaman Indonesia, perlu terus dielaborasi khususnya unutk mendapatkan anti kanker yang bersifat non toksik," kata Prof Da'i.(Qom)

UMS

BERITA REKOMENDASI