Film ‘Tengkorak’ UGM Terbang ke AS

YOGYA, KRJOGJA.com – Cinequest Festival 2018, festival film bergengsi di Silicon Valley, Amerika Serikat, akan kedatangan tamu yang tak biasa, yaitu Rektor UGM Prof. Panut Mulyono, bersama tim produser film 'Tengkorak' yang terdiri atas dosen dan mahasiswa. 

Festival tersebut mengundang Tengkorak menjadi salah satu yang bersaing di nominasi genre science-fiction. Guna memperoleh nominasi bahkan penghargaan, Tengkorak harus siap bersaing dengan ratusan film lainnya dari penjuru dunia.

"Kita tetap optimis dan berharap bisa masuk nominasi! Pak Rektor (Panut Mulyono) kebetulan mengungapkan sangat bersemangat untuk turut hadir (ke Amerika)," ungkap Wikan Sakarinto PhD, Dekan Sekolah Vokasi UGM dan Executive Producer Tengkorak.

Yusron Fuadi, Dosen UGM dan Sutradara Tengkorak, mengungkapkan bahwa undangan tersebut adalah bukti bahwa timnya mampu menciptakan film yang berkualitas. Terlebih lagi, tantangan yang dihadapi dalam membuat film tersebut juga tak mudah.

Dalam pembuatannya, Tengkorak hanya menghabiskan dana sekitar 500 juta dan tidak membayar sepeserpun para krunya. Sebagai perbandingan, film Indonesia yang ada di bioskop biasanya berbiaya 20-30 miliar.

Selain itu, waktu pembuatan film juga berlangsung cukup panjang. Sekitar tiga tahun. Seribu lebih kru juga dilibatkan dalam pembuatannya. Mayoritas datang dari civitas akademika UGM. 

"Sebelum ada undangan ini, saya stres berat. Takut kalau film ini sampah, padahal ribuan orang sudah ikut urun rembug dan berkarya. Tanpa dibayar. Ini bukti kerja keras kita!," ujar Yusron.

Selepas festival, Yusron memproyeksikan bahwa filmnya dapat diputar di bioskop tanah air. Saat ini ia sedang berkoordinasi dengan beberapa jejaring bioskop, untuk melakukan kerjasama penayangan. 

Pemasukan dari tiket, nantinya diharapkan dapat digunakan kru Tengkorak untuk memenuhi kewajiban keuangan yang belum terbayar. Sekaligus, menciptakan lagi film-film berkualitas asal UGM (MG-21)

 

UGM

BERITA REKOMENDASI