FST USD Lantik 9 Insinyur Baru, Tingkatkan Kompetensi Sarjana Teknik Profesional

YOGYA, KRJOGJA.com – Sebanyak 9 Peserta dari kalangan akademisi mengikuti Pelantikan Insinyur dari Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Angkatan II Periode 1 TA 2021/2022, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Sanata Dharma (USD), Kamis (31/3/2022) pagi di Ruang Seminar, Auditorium Driyarkara, Kampus 2 USD . Dengan pelantikan ini, kompetensi Sarjana Teknik sebagai Insinyur diakui sah dan kredibel.

“Ini adalah pelantikan ke-3 di USD sebelumnya awal Maret 2021 dilantik 9 peserta dan 14 September 2021 dilantik 9 peserta sehingga total ada 27 peserta yang dilantik Insinyur di USD,” terang Ketua PSPPI FST USD Ir Petrus Kanisius Purwadi MT IPM dalam laporannya saat pelantikan.

Lulusan kali ini terdiri dari 7 Bapak dan 2 Ibu, kesemuanya staf pengajar (dosen) di FST USD dengan usia tertua 58 tahun 5 bulan 2 hari dan termuda 38 tahun 2 bulan 11 hari. IPK tertinggi 3,67 diraih Ridowati Gunawan, disusul Haris Sriwidono (3,54), dan Paulina Heruningsih Prima Rosa (3,52). Sedang 6 Insinyur baru lainnya adalah Budi Setyahandan, Wibowo Kusbandono, DJoko Untoro Suwarno, JB Budi Darmawan, Robertus Adi Nugroho, serta Budi Sugiharto.

“Setelah lulus, semua peserta sudah menjadi anggota Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dengan status aktif dan memiliki Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI) dan sertifikat sah secara hukum bekerja di bidang ke-Insinyur-an dan berhak gunakan gelar Insinyur (Ir),” jelasnya.

Sementara Wakil Rektor I USD, Prof Ir Sudi Mungkasi SSi MMath Sc PhD menyatakan para peserta yang dilantik sebelumnya adalah dosen (ilmuwan) kini bertambah jadi Insinyur sehingga mendapat tantangan menyeimbangkan teori dan praktik. “Seimbang sebagai ilmuwan dengan efisiensi dan sebagai Insinyur mengutamakan efektivitas,” ungkapnya.

Prof Ir Sudi yang dulu juga peserta PSPPI dan sudah dilantik periode sebelumnya menegaskan Insinyur harus bisa mengembangkan kreasi dan menciptakan inovasi. Insinyur juga perlu mengasah kepekaan dan kepedulian pada sesama dan lingkungan.

Lebih lanjut Sekretaris Jendral Persatuan Insinyur Indonesia, Ir Bambang Goeritno MSc MPA IPU dalam sambutannya menyebutkan sarjana teknik di Indonesia mencapai satu juta namun baru sekitar 10.000 yang telah mengikuti program profesi insinyur. “Perlu percepatan dan jumlah yang cukup di kampus yang memiliki Program Studi Program Profesi Insinyur supaya Insinyur menjadi bagian pemecah masalah, menghadapi berbagai tantangan,” ungkapnya

Bambang menyebutkan ada 42 kampus yang memiliki program profesi insinyur namun baru 37 yang dapat melaksanakan program. Sisanya belum bisa melaksanakan karena berbagai kendala. “Perlu kerja keras dan kerja sama dari berbagai pihak supaya semakin banyak sarjana teknik yang mengikuti program profesi insinyur,” tegasnya.

Sedangkan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah V Yogyakarta, Prof drh Aris Junaidi PhD dalam sambutan yang dibacakan Kepala Bagian Umum Taufiqrahman SE mengatakan profesi insinyur harus dapat bekerja keras dan bekerja cerdas. “Program profesi insinyur bertujuan agar para lulusan benar-benar memiliki kemampuan bekerja profesional sesuai kompetensinya, memiliki kekuatan dan kemampuan lebih,” tegas Taufiqrahman.

Apalagi Insinyur zaman sekarang harus bisa beradaptasi dengan revolusi digital. “Penting bagi insinyur menguasai skill tambahan teknologi digital yang memungkinkan setiap orang mengembangkan jaringan dan membangun metode yang fleksibel di segala bidang kehidupan,” jelasnya.

Insinyur sebagai garda terdepan untuk menjawab tantangan pembangunan dan pengembangan infrastruktur. “Dengan kemampuan memberi solusi, mengubah dari yang tak mungkin menjadi mungkin, dari yang belum ada menjadi ada,” pungkasnya. (Vin)

USD

BERITA REKOMENDASI