FTP UGM Canangkan Gebyar Mie Bakso Aman Dikonsumsi

YOGYA, KRjogja.com –  Dalam rangka dies natalis ke 54 Fakultas Teknik Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM), Gerakan Pangan Aman Kagama Teknik Pertanian (GPA Kagama TP) mengadakan aksi 'Gebyar Mie-Bakso Aman'. Aksi tersebut bertujuan untuk mengedukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pangan yang aman.

Sebelumnya, anggota GPA TP bekerja sama dengan BBPOM dan Dinas Kesehatan untuk mengadakan survei terhadap 25 sampel bakso yang dijual di Kota Yogyakarta dan 75 sampel bakso yang dijual di Kabupaten Sleman. Seluruh sampel diperiksa mulai dari bulan Juli hingga September. Hasilnya 100 sampel tersebut dinyatakan negatif dari kandungan boraks, formalin dan pewarna sintesis.

"Isu bakso dan mie menggunakan boraks sudah sering terdengar. Apalagi bakso sangat diminati mahasiswa. Itu yang bikin kami concern terhadap keamanan pangan. Kita mulai dengan yang sering mahasiswa makan dulu," ujar Prof Dr Ir Endang Sutriswati Rahayu MS, Dosen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Universitas Gadjah Mada sekaligus penggerak GPA Kagama TP, Rabu (27/09/2017).

Endang juga menyebutkan bahwa isu keamanan pangan juga ada di kantin-kantin sekolah dasar dan menengah. Contohnya seperti makanan penuh pewarna yang menarik minat anak-anak. Namun untuk hal tersebut GPA Kagama TP belum bergerak ke arah sana. Sementara ini GPA bergerak dengan dinas-dinas terkait seperti BBPOM dan Dinas Kesehatan untuk membantu program mereka terkait keamanan pangan.

Ketua GPA Kagama TP Dr Ir Saiful Rochdiyanto mengatakan bahwa GPA Kagama TP bukan lembaga struktural. "Kami lihat dinas terkait butuh gebrakan dari pihak lain yang membantu. Agar masyarakat tergugah kembali pada makanan yang aman," jelasnya.

Saiful pun mengungkapkan rencana GPA Kagama TP untuk tetap menjaga keamanan pangan. GPA Kagama TP berencana untuk mengadakan survei keamanan bahan pangan di masa yang akan datang. 

"Tapi belum tau kapan, targetnya kalau bisa setahun sekali lah. Mungkin besok akan diadakan survey bahan jajanan pasar, permen-permen di sekolah dasar, dan bakso pikulan," kata Saiful.

Endang menambahkan bahwa GPA Kagama TP menargetkan kegiatan mereka nantinya tak hanya ada di Yogyakarta saja namun di daerah mana pun alumni Teknik Pangan berada. "Ini merupakan bentuk kepedulian kami para alumni Teknik Pangan UGM terhadap keamanan pangan," ujar Endang. (MG – 07)

BERITA REKOMENDASI