GPA Kagama TP Beri Apresiasi Pedagang Bakso

YOGYA, KRjogja.com – Gerakan Pangan Aman Kagama Teknik Pertanian (GPA Kagama TP) menyelenggarakan  Cara Pengolahan Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) bersama dinas-dinas terkait untuk 50 pedagang bakso yang telah lolos survey dan bahannya dinyatakan aman. Dalam acara tersebut para pedagang bakso menyampaikan keluhan mereka terkait penggilingan daging dan zonasi pasar yang bercampur dengan daging tidak halal.

"Ciri-ciri pasar yang sehat itu seharusnya ada zonasi daging babi dan bukan (daging babi). Tapi yang sering terjadi ketika evaluasi ditampilkan yang terbaik, setelah itu ya balik lagi kayak biasanya," jelas Gamal Iskandar mewakili Dinas Kesehatan DIY, Rabu (27/09/2017). Mengatasi hal tersebut, Dinkes menggandeng dinas-dinas terkait untuk mengadakan inspeksi kesehatan di pasar selama 6 bulan sekali.

Terkait tempat penggilingan daging, Gamal mengatakan pihak Dinkes memiliki pekerjaan rumah untuk mengadakan sertifikasi keamanan bebas daging babi. Ia berharap GPA Kagama TP membantu Dinkes dalam memberi binaan pada tempat penggilingan daging terkait pangan aman mengingat bakteri daging babi cukup banyak.

Melalui survey keamanan pangan yang dilakukan GPA Kagama TP terdapat 150 sampel daging bakso yang ada di Sleman dan DIY yang negatif dari penggunaan boraks dan formalin. Setelah dinyatakan aman, GPA TP memberi stiker "Produk Pangan Aman" dari BBPOM, Instansi Pemerintahan DIY dan BKPP DIY.

Pihak GPA Kagama TP juga memberi apresiasi pada 6 pedagang bakso yang bahannya dinyatakan sangat aman bagi kesehatan. Keenam pedagang tersebut dinyatakan sebagai juara 1 sampai juara harapan 3. Sebagai hadiah mereka mendapatkan uang pembinaan dari BBPOM untuk CPPOB. (MG – 07)

BERITA REKOMENDASI