Guru Besar Fakultas Geografi UGM: Alih Fungsi Lahan Jadi Penyebab Banjir Bandang di Batu Malang

YOGYA, KRJOGJA.com – Banjir bandang yang melanda Kota Batu, Malang, Jawa Timur, pada Kamis (4/11/2021) menunjukkan adanya gangguan ekosistem di wilayah tersebut. Hal itu setidaknya diungkapkan Pakar Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Prof Suratman.

“Banjir ini sebagai peringatan ekosistem yang terganggu oleh manusia,” kata Suratman, Jumat (6/11/2021).

Suratman menuturkan gangguan ekosistem akibat alih fungsi lahan oleh manusia menjadi salah satu pemicu terjadinya banjir bandang di Batu. Banjir, kata dia, terjadi karena ada desakan penggunaan lahan untuk pertanian maupun permukiman.

Pengaruh tekanan penduduk dalam penggunaan lahan, menurut dia, tidak lagi sesuai dengan daya dukung lingkungan dan kemampuan lahan.

“Perlu dilihat kalau sebagai daerah resapan air, kawasan lindung semestinya banyak pohon-pohonnya. Jadi harus mengendalikan keterbukaan lahan dan ada konservasi,” kata Guru Besar Fakultas Geografi UGM ini.

Sementara itu dari sisi sistem tanah, dikatakan Suratman, kawasan Kota Batu memiliki lansekap yang juga rentan terjadi banjir.

Banyak wilayahnya berupa lereng-lereng dan perbukitan. Selain itu banyak kawasan dengan kemiringan di atas 40 derajat dengan ketebalan tanah yang cukup tebal. Beberapa kondisi tersebut menjadi pemicu banjir.

BERITA REKOMENDASI