Guru dan kepala sekolah Diharapkan Dorong Perubahan di dunia vokasi

Kedua, ini kan kita harus siap kan kawah candradimukanya, salah satunya adalah dengan melakukan revitalisasi dan penguatan pada p4tk.

P4tk vokasi itu akan menjadi ‘ training camp’ atau palet asnya guru-guru produktif. Tapi penambahannya kita koordinasi dengan GTK sekaligus kita sedang siapkan training camp tadi untuk penguatan di P4tk Vokasi.tegasnya.

Sedangkan Direktur Pembinaan
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Bakrun mengatakan 98 persen guru SMK berhasil menjalankan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menggunakan blended learning, perpaduan daring dan luar jaringan (luring). Kompetensi belajar bagi siswa SMK juga dinilai telah tercapai selama masa pandemi virus korona (covid-19).

“Pembelajaran yang kita kembangkan blended learning. Saat pandemi ini kita dipaksa melakukan itu, survei kita 98 persen guru berhasil melakukan secara daring,” kata Bakrun .

Kita mengapresiasi inovasi yang dilakukan guru SMK. Menurutnya, pembelajaran SMK yang didominasi praktik menjadi tantangan tersendiri ketika dilakukan secara daring.

“Yang tatap muka digantikan dengan anak-anak disuruh mengerjakan unit kompetensi yang divideokan dan dinilai oleh gurunya. Kejadian ini menciptakan kreativitas,” lanjut Bakrun.

Lebih lanjut, Bakrun menyadari sistem blended learning di SMK harus diperkuat. Bahkan, beberapa penyesuaian kurikulum bakal dipersiapkan.

“Bukan hanya karena pandeminya. Tapi penyesuaian teoritik. Kurikulum harus kita kembangkan, agar fleksibel. Dan lulusan kita mampu beradaptasi dengan kondisi apa pun,” ujar dia.(ati)

BERITA REKOMENDASI