‘Hand Sanitizer’ Campuran Alkohol dan Lidah Buaya Lembut untuk Tangan

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Pada era pandemi COVID-19 diharuskan menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun sebagai bentuk pencegahan dari penularan COVID-19. Tempat mencuci tangan dengan air dan sabun zaman sekarang dapat ditemukan ditempat-tempat umum. Jika air bersih tidak tersedia, dapat juga digunakan persediaan pembersih tangan berbasis alkohol atau yang dikenal dengan Hand Sanitizer.

Hand Sanitizer merupakan antiseptik dan antibakteri dalam bentuk gel maupun cair. Berbagai produk Hand Sanitizer dapat di temukan di toko-toko swalayan dengan cara pemakaian yang cukup sederhana dan cepat. Cara pemakaian dari hand sanitizer sendiri dengan diteteskan pada telapak tangan, kemudian diratakan pada permukaan tangan.

World Health Organization (WHO) merekomendasikan pembersih tangan berbasis alkohol untuk kebersihan tangan yang sering digunakan, bahan utama hand sanitizer terbuat dari etanol, isopropil alkohol, dan hidrogen peroksida dengan kombinasi yang berbeda. Hand sanitizer efektif digunakan ketika jauh dari tempat cuci tangan, kesulitan mencari air bersih, sedang bepergian. Hand sanitizer cukup efektif membunuh kuman dan mencegah bertambahnya mikroorganisme pada permukaan tubuh

“Sebagai komponen utama hand sanitizer, alkohol berfungsi sebagai antiseptik pada permukaan kulit yang bersih. Penggunaan alkohol secara terus menerus sebagai pembersih tangan kurang aman terhadap kesehatan kulit. Alkohol bersifat mudah terbakar dan pada pemakaian berulang menyebabkan kekeringan dan iritasi pada kulit. Agar penggunaan alkohol efektif tanpa menimbulkan dampak bagi penggunanya, maka dilakukan penambahan zat aditif dari bahan alami, seperti kemangi, lidah buaya, dan getah mangrove untuk mengurangi iritasi pada kulit,” ujar Ayunda Pratiwi Kusumaningrum, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNY  yang tengah melaksanakan KKN di Dusun Ngrombo 1, Desa Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul.

UNY

BERITA REKOMENDASI