Hasil Kreativitas Mahasiswa Fikes UNRIYO Menjawab Tantangan Global

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Tantangan mahasiswa pada masa kini yakni kreatifitas dan inovasi dalam menyelesaikan masalah kesehatan di era revolusi industi 4.0. Hal ini dikarenakan banyak masalah kesehatan yang terjadi tidak hanya di level nasional tetapi juga di level internasional. Mahasiswa kesehatan dituntut untuk mengembangkan ide-ide mereka dan mewujudkannya menjadi suatu produk yang solutif sebagai wujud pengembangan kemampuan diri dalam menghadapi persaingan global.

Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Respati Yogyakarta (Fikes Unriyo) mencoba menjawab tantangan tersebut. Fikes Unriyo menyelenggarakan mata kuliah fakultas bernama Inovasi Teknologi kesehatan, mahasiswa yang mengambil mata kuliah ini diharapkan dapat menghasilkan karya inovasi teknologi yang kreatif dan aplikatif dalam bidang kesehatan.

Mahasiswa dibentuk menjadi kelompok-kelompok kecil yang berisikan mahasiswa dari beberapa program studi untuk melatih mereka bekerja bersama dengan mahasiswa yang memiliki disiplin ilmu yang berbeda. Kelompok mahasiswa tersebut kemudian diminta untuk menghasilkan luaran berupa produk-produk ilmiah yang bisa diteliti dan bisa dijual bersama mitra masyarakat. Proses ini berlangsung selama satu semester dengan bimbingan para dosen yang kompeten.

Luaran akhir dari mata kuliah tersebut adalah Pameran Ilmiah Inovasi Teknologi Kesehatan yang diselenggarakan di selasar lantai 4 dan 5 Kampus 2 Unriyo Jalan Raya Tajem Maguwoharjo Sleman pada Selasa (28/01/2020). Pameran ini dibuka oleh Rektor Prof Dr dr Santoso MSSpOk.

Dalam sambutannya rektor sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap pameran ilmiah dapat berlangsung setiap tahunnya. Selain itu produk ilmiah yang dihasilkan dapat terus meningkat sehingga dapat menambah jumlah hak atas kekayaan intelektual berupa hak cipta dari mahasiswa. “Memperbesar peluang memperoleh dana hibah untuk program kreativitas mahasiswa dan pada akhirnya bermanfaat sebesar-besarnya bagi derajat kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Pameran Ilmiah diikuti oleh 81 kelompok yang sangat antusias dalam menjelaskan produk-produk mereka. Tidak hanya berupa banner, tetapi produk jadi yang mereka buat bersama kelompok juga dipamerkan, bahkan sudah dalam bentuk kemasan siap jual.

Ide dan produk mereka tidak hanya dinilai oleh juri tetapi juga oleh para pengunjung. Produk-produk ilmiah mereka berupa olahan makanan baru, olahan sampah organik, produk kecantikan dari bahan-bahan alami, permainan edukatif sampai ke aplikasi kesehatan berbasis android.

Setelah dilakukan penilaian baik oleh juri maupun pengunjung, pameran ini menghasilkan 3 juara dan 1 juara favorit. Juara pertama sekaligus juara favorit pengunjung adalah kelompok 27 dengan produknya berupa ‘Rancang Bangun Aplikasi MONBY (Mother and Baby)’.

Aplikasi berbasis android ini tidak hanya hasil dari kerjasama anggota kelompok tetapi juga dengan mahasiswa fakultas sains untuk membuat aplikasi tersebut. Aplikasi ini berfungsi untuk memberikan informasi kepada ibu-ibu pasca melahirkan tentang aspek-aspek yang harus diperhatikan pada ibu dan bayi (seperti imunisasi, kesehatan nifas/pasca bersalin dan lain sebagainya).

Juara kedua diperoleh kelompok 76 yang menampilkan ide pembuatan sabun yang diberi nama ‘SADAKO’ (Sabun Daun Ketapang Organik Antibakteri). Produk ini mencoba mengolah fungsi lain daun ketapang yang jarang dimanfaatkan tetapi banyak ditemui di lingkungan sekitar.

Adapun, juara ketiga adalah kelompok 19 dengan produknya berupa ‘BIKATO’ (Biskuit Kacang Tolo). Biskuit ini diklaim oleh kelompok memiliki kandungan zat besi yang tinggi yang dapat membantu mengatasi anemia pada ibu hamil.

Pada kesempatan tersebut, Koordinator Mata Kuliah Inovasi Teknologi Kesehatan dan sekaligus sekaligus ketua panitia kegiatan pameran, Ns Wahyu Rochdiat MS Kep MKep SpKep J mengatakan ide-ide kreatifitas mahasiswa Universitas Respati Yogyakarta dalam kegiatan ini khususnya adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan sebenarnya tidak kalah dengan kampus-kampus lain. Hanya saja memang perlu diberikan sedikit dorongan dan dukungan.

“Kami sebagai dosen akan selalu memberikan fasilitas pembelajaran yang dapat meningkatkan kreatifitas mahasiswa, salah satu wujudnya adalah mengadakan pembelajaran gabungan antar program studi dan pameran inovasi ini. Oleh karena itu, kami juga mengundang kepada orang tua untuk tidak ragu menyekolahkan anaknya ke Fakultas Ilmu Kesehatan Unriyo, karena kami menyelenggarakan proses pembelajaran yang tidak monoton dan memacu mahasiswa untuk berprestasi,” katanya.

Ia juga berharap kepada mahasiswa yang telah melaksanakan pembelajaran dan kegiatan pameran ini untuk terus meningkatakan kreatifitasnya di proses pembelajaran berikutnya, agar nantinya setelah lulus dapat bersaing di tingkat global. (*)

BERITA REKOMENDASI