HOTS Diterapkan di UNBK, Bakal Sulitkan Siswa?

JAKARTA, KRJOGJA.com – Soal tipe Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang diterapkan pada ujian nasional berbasis komputer (UNBK) ,bukan berarti sulitnya soal yang diberikan guru ke siswa ,tetapi HOT itu diberikan ke siswa dengan mengajarkan anak kreatif,komunikatif ,kolaboratif dan kritis.

"Mengenai Soal tipe HOTS dalam bahasa cetak biru ujian dikenal dengan kode L3 yang artinya soal tipe penalaran. Jadi bukan berarti soalnya harus sulit," kata  Pengamat Pendidikan Indra Charismiadji di Jakarta Jumat (14/12/2018) didampingi Suprananto Kabid Pembelajaran Puskurbuk Kemdikbud,M  Husein Kasie penilaian Disdik DKI,Arief Maulana Kasie Kurikulum Kemenag DKI.

Berdasarkan referensi yang didapat, ciri utama soal dengan kode L3 adalah mencoba menghindari soal yang bertipe sekadar ingatan. Namun, menuntut siswa berpikir dan menerapkan konsep-konsep yang mereka pelajari pada situasi baru tidak mereka kenal.

Dalam soal berkode L3, tidak ada algoritma tunggal yang tersedia untuk menjawab. Karena, siswa harus melakukan proses berpikir analisis, sintesis, menilai dan mengambil keputusan atas masalah yang disodorkan dalam soal.

"Hal itu berbeda dengan soal sulit. Soal dikatakan sulit bila dalam menjawabnya memerlukan banyak langkah penyelesaian, banyak variabel yang tidak diketahui dan biasanya menggunakan banyak operasi matematika untuk menyelesaikannya," tuturnya.

Karena itu, soal tipe HOTS bukan berarti soalnya harus sulit, melainkan harus aplikatif karena menuntut siswa menggunakan penalaran. "Masalahnya, siswa belum diajarkan soal tipe penalaran dengan tipe HOTS, tetapi sudah diuji dengan soal seperti itu," katanya.

Guna memenuhi kebutuhan para pelaku pendidikan di seluruh provinsi di Indonesia, PT. Bianglala Charisma Candrabirawa berkolaborasi dengan beberapa organisasi pendidikan gelar Indonesia STEAM Week 2019. Setidaknya ada tiga hal yang perlu diubah Indonesia dari sisi edukasi. 

Pertama dan yang paling fundamental adalah mengubah sifat dan pola pikir anak-anak muda Indonesia saat ini. Kedua, pentingnya peran sekolah dalam mengasah dan mengembangkan bakat generasi penerus bangsa. Ketiga dan yang terakhir adalah pengembangan kemampuan institusi pendidikan tinggi untuk mengubah model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan zaman saat ini. (Ati)

BERITA REKOMENDASI