Ilmu Pemerintahan Indonesia Bisa Punya Kekhasan Tersendiri

YOGYA, KRJOGJA.com – Pasca kolonialisme, perkembangan ilmu pemerintahan di Indonesia diwarnai dengan pengaruh nilai-nilai kolonialisme, developmentalisme dan neoliberalisme. Ilmu pemerintahan yang berkembang itu jauh dari nilai-nilai sistem pemerintahan Indonesia (Nusantara) yang sebelumnya sudah mengenal sistem pemerintahan Majapahit, Sriwijaya dan Mataram.

Ketua Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa ‘APMD’ Dr Sutoro Eko Yunanto mengatakan, ilmu pemerintahan yang berkembang di Indonesia dipengaruhi oleh Mazhab Eropa kontinental dan Anglo Saxon. Mazhab Eropa kontinental mempersepsi ilmu pemerintahan identik dengan birokrasi. Sementara Mazhab Anglo Saxon mempersepsi ilmu pemerintahan bagian dari ilmu politik (administrasi negara).

“Ironinya para ilmuwan politik dan pemerintahan menerima nilai-nilai tersebut tanpa mempertanyakan atau mengkritisnya,” kata Sutoro dalam Webinar Nasional #1 bertema ‘Membingkai Ulang Ilmu Pemerintahan’, Rabu (17/2/2021). Webinar dipandu dosen STPMD ‘APMD’ Yogyakarta Fatih Gama Abisono SIP MA diikuti 268 dosen dan mahasiswa Ilmu Pemerintahan dari seluruh Indonesia.

BERITA REKOMENDASI