Implementasi Kegiatan MBKM Sebagai Penunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi Pada FEB UAA

YOGYA, KRJOGJA.com – Kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) merupakan kebijakan Merdeka Belajar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang memberikan wadah bagi mahasiswa/i untuk mengasah kemampuan sesuai bakat dan minat dengan terjun secara langsung ke dunia kerja sebagai persiapan karier masa depan.

Pembelajaran dalam Kampus Merdeka ini memberikan tantangan dan kesempatan untuk pengembangan kreativitas, kapasitas, kepribadian, dan kebutuhan mahasiswa, serta mengembangkan kemandirian dalam mencari dan menemukan pengetahuan melalui kenyataan dan dinamika lapangan seperti persyaratan kemampuan, permasalahan riil, interaksi sosial, kolaborasi, manajemen diri, tuntutan kinerja, target dan pencapaiannya, dengan begitu diharapkan dapat menciptakan lulusan Perguruan Tinggi yang mampu bersaing. Kegiatan ini pun juga memberikan kesempatan pada dosen atau tenaga pendidik untuk menunjang kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Kegiatan MBKM pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Alma Ata ini sudah terimplementasi dengan baik, dengan diterimanya beberapa mahasiswa dalam berbagai program MBKM di antaranya adalah Magang, Studi Independen, Pertukaran pelajar (KMMI dan ICE Institution), dan Pejuang Muda. Kegiatan ini sudah berjalan selama 2 semester,” jelas Rusni dan tim peneliti MBKM di FEB UAA.

Tidak hanya mahasiswa, Dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis pun juga ada yang telah diterima di program Merdeka Belajar Kampus Medeka yaitu pada program Kampus Mengajar sebagai dosen pembimbing lapangan, hal ini memberi kesempatan kepada dosen lintas prodi untuk berkolaborasi dengan mahasiswa, sekolah, dan guru dalam pengembangan pendidikan.

Kegiatan MBKM ini sejalan dengan tujuan dan program dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis yaitu mencetak lulusan yang siap berkarier dimasa depan, seperti program magang pada FEB kegiatan ini sudah berjalan sebelumnya sebelum ada program MBKM ini.

Namun beberapa program MBKM lainnya masih baru di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Tentu hal ini perlu dievaluasi dan dilakukan penelitian lebih lanjut, agar kegiatan MBKM ini terus tersosialisasi dengan baik di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Alma Ata. (*)

BERITA REKOMENDASI