Indonesia Menargetkan 3 Atau 4 Perguruan Tinggi Masuk dalam Jajaran 500 Besar Dunia Setiap Tahunnya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Indonesia menargetkan 3 atau 4 perguruan tinggi masuk dalam 500 besar dunia setiap tahunnya. Oleh karena itu Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Indonesia bertekad untuk mengantarkan lembaga pendidikan di Indonesia masuk dalam 500 besar dunia. Demikian diungkapkan Aris Junaidi, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi, di Jakarta, Minggu (7/11/2021).

Indonesia menargetkan 3 atau 4 perguruan tinggi masuk dalam 500 besar dunia setiap tahunnya. Dengan 9 juta mahasiswa, skala pendidikan tinggi di Indonesia cukup berbeda dengan Belanda yang mencatat 800.000 mahasiswa. Namun, Aris Junaidi melihat banyak peluang kerja sama bilateral bagi 5.600 perguruan tinggi di Indonesia. “Internasionalisasi salah satu prioritas kami. Selain itu, kesempatan belajar yang fleksibel seperti yang dirumuskan dalam ‘Kampus Merdeka’ juga dapat mencakup pertukaran internasional,” kata Aris Junaidi.

Pada kesempatan yang sama, Gerbert Kunst, Direktur Kebijakan Internasional Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan, Belanda menggarisbawahi peran strategis diplomasi pengetahuan. “Kerja sama dengan Indonesia sangat dihargai di Belanda, baru-baru ini ditegaskan kembali oleh Parlemen Belanda,” kata Kunst.

Ia juga menekankan pentingnya membangun hubungan kuat yang sudah ada. ‘Model triple helix’ yakni interaksi antara akademisi, industri, dan pemerintah menurut Kunst menawarkan arahan untuk kerja sama di masa depan.

“Tujuan Pembangunan Berkelanjutan adalah tentang melibatkan masyarakat. Belajar dari praktik terbaik dan berbagi dampak penelitian melalui publikasi akses terbuka sangat penting dalam mencapai SDGs,” tegasnya.

Untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman internasional, siswa bergerak ke mana-mana. Setiap tahun sekitar 2.400 pelajar Indonesia datang ke Belanda; sebaliknya tidak banyak mahasiswa Belanda yang mengambil kesempatan mereka di Indonesia. Oleh karena itu, Titia Bredée, Direktur Jenderal Nuffic, organisasi Belanda untuk internasionalisasi pendidikan di Den Haag menggarisbawahi bahwa negara-negara harus terus berinvestasi dalam infrastruktur pengetahuan untuk kerjasama jangka panjang.

“Kita harus berusaha menghilangkan hambatan bagi mahasiswa Belanda untuk belajar di Indonesia,” katanya.

BERITA REKOMENDASI