Indonesia Tak boleh Skeptis Kemajuan TI

JAKARTA, KRJOGJA.com – Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat di era revolusi industri 4.0 harus menjadi perhatian bangsa Indonesia, terutama kalangan pendidikan tinggi. Dengan penguasaan terhadap teknologi informasi dapat menunjang segala aspek pelayanan pendidikan tinggi, sehingga peningkatan mutu perguruan tinggi Indonesia dapat tercapai. 

"Indonesia tidak boleh skeptis terhadap kemajuan teknologi informasi. Ini harus menjadi perhatian kita semua untuk meningkatkan pelayanan dan kompetensi pembelajaran dengan berbasis teknologi informasi,"  ungkap Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, pada pembukaan Rapat Kerja Pimpinan Yayasan Perguruan Tinggi swasta (PTS) dan Kopertis Wilayah XII Maluku dan Maluku utara di Millennium Hotel Sirih, Jakarta (07/03/2018).

Menurut Nasir kualitas perguruan tinggi berbanding lurus dengan daya saing bangsa. Daya saing bangsa dapat meningkat pula seiring dengan meningkatnya kualitas perguruan tinggi di Indonesia.  "Bahkan, tingginya daya saing bangsa pada akhirnya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu bangsa." Apabila Indonesia ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi namun daya saing tidak ada, maka ini akan menjadi masalah," ucap Menteri Nasir.

Menristekdikti juga menyinggung masalah ketenagakerjaan di Indonesia. Ia mengatakan bahwa Indonesia harus memiliki national competitiveness, seperti memiliki keterampilan bersertifikasi serta inovatif. Hal ini agar tenaga kerja di Indonesia mampu bersaing dengan tenaga kerja dari luar negeri dan tenaga kerja Indonesia di luar negeri dapat bertahan. Masalah tenaga dari kerja luar negeri dan tenaga kerja kita di luar negeri, harus diperhatikan bersama sama," tegasnya.

Karena itu, kata Nasir demi meghadapi era digitalisasi Kemenristekdikti melalui Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti akan terus memberikan pendampingan kepada perguruan tinggi. Termasuk melalui berbagai kebijakan, antara lain membebaskan nomenklatur prodi untuk mendukung pengembangan kompetensi di industri 4.0, membangun teaching factory industry 4.0, melaksanakan kuliah online yang dilakukan untuk meningkatkan kapasistas dan kualitas pendidikan tinggi secara fleksibel, lintas ruang dan waktu, serta bekerjasama dengan perguruan tinggi luar negeri untuk membuka prodi yang mendukung dan sesuai zaman.

Koordinator Kopertis Wilayah XII Muhammad Bugis juga mengatakan bahwa digitalisasi merupakan spirit utama dalam segala aspek pelayaan pendidikan tinggi saat ini. Karena itu, berharap agar pembina PTS dapat berkomitmen utuh dan bersatu menciptakan perguruan tinggi yang berkualitas, berdaya saing dan inovatif demi menghadapi era digitalisasi yang terjadi saat ini.  (Ati)

BERITA REKOMENDASI