Instiper Kenalkan STAFEP ‘Taman Pintar’ Perkebunan dan Kehutanan

SLEMAN, KRJOGJA.com – Institut Pertanian Stiper (Instiper) Yogyakarta merayakan Dies Natalis ke-60, Senin (10/12/2018). Momen yang cukup membahagiakan bagi perguruan tinggi yang lahir 10 Desember 1958 ini diperingati dengan sangat meriah berpusat di Grha Instiper Maguwoharjo Depok Sleman. 

Cukup menarik dan berbeda dari perguruan tinggi lainnya, Instiper memperkenalkan sebuah wahana edukasi wisata (edu wisata) yang berada di kawasan kampus terpadu Jalan Nangka II Maguwoharjo. Edu wisata yang diberinama Stiper Techno Agro Forest Edu Park (STAFEP) ini ternyata baru digagas tahun 2018 ini sebagai salah satu penegas posisi Instiper sebagai pusat edukasi masyarakat luas. 

Rektor Instiper, Dr Purwadi mengatakan STAFEP merupakan salah satu misi yang akhirnya terwujud. Instiper menurut dia adalah Taman Pintar Perkebunan, Kehutanan dan Industrinya di mana program ini akan menjadikan Instiper sebagai Perguruan Tinggi terbuka bagi setiap insan masyarakat yang ingin memperoleh pengetahuan tentang Perkebunan, Kehutanan dan Industrinya. 

“Instiper akan membuka diri menyingkap tirai lembaga pengetahuan agar tidak menjadi Institusi Menara Gading dimana masyarakat sulit dan takut mengaksesnya. STAFEP ini diharapkan akan menjadi salah satu destinasi wisata pendidikan terkemuka di Yogyakarta,” ungkapnya. 

STAFEP terdiri dari 11 stasiun yaitu Arboretum Kahutanan, Laboratoriun Kehutanan, Pemutaran Film INDONESIA RAYA di AudiTeather, Galeri Perkebunan (sawit), Laboratorium Teknologi Pengolahan Hasil, Pilot Plan, Laboratorium AI dan Robotik, Alat-Mesin Pertanian, Laboratorium Kultur Jaringan, Green House Pendidikan dan terakhir Smart Green House. 

Secara resmi Taman Pintar Instiper tersebut akan dibuka untuk umum pada Januari 2019 mendatang di mana semua kalangan termasuk siswa dan akademisi bisa belajar bersama di kawasan tersebut. 

“Kami berharap nanti Presiden Joko Widodo bisa meresmikan langsung fasilitas baru Instiper ini. Kami berharap nantinya siapa saja pengunjung bisa mendapatkan edukasi sambil berwisata dan bahkan tertarik mempelajari lebih dalam,” ungkapnya lagi. 

Di STAFEP ini kita bisa mempelajari sejarah dan industri perkebunan kelapa sawit Indonesia. Proses budidaya kelapa sawit, produk turunan kelapa sawit hingga perkembangan teknologi di industri kelapa sawit ditampilkan baik dalam rupa diorama maupun audio visual dalam bentuk film. 

STAFEP sendiri saat ini sedang dalam tahapan penyelesaian akhir untuk melengkapi koleksi yang hendak ditampilkan pada para pengunjung. Beberapa perusahaan swasta pun diajak bergabung untuk mengkoneksikan antara kampus dan industri yang selama ini telah terjalin cukup baik di Instiper. 

Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Prof Dr Ismunandar, yang hadir dalam agenda puncak Dies Natalis 60 Instiper turut menyampaikan harapan agar perguruan tinggi tersebut mampu mengkombinasikan kebutuhan akademik, industri serta kebutuhan masa depan. “Pemerintah berharap perguruan tinggi mampu beradaptasi dan menghasilkan alumni yang siap bekerja di bidang industri. Kami berharap Instiper bisa mengkombinasikan kebutuhan akademik, industri dan kebutuhan masa depan,” tandasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI