Institut Javanologi LPPM UNS Siap Bedah Ruwatan

Editor: KRjogja/Gus

SOLO (KRjogja.com) – Institut Javanologi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo akan membedah tradisi ruwatan. Pro kontra tentang ruwatan akan digali secara ilmiah termasuk untuk mengetahui adanya nilai yang bertentangan dengan tauhid.

 

"Jadi Javanologi tidak hanya ingin melaksanakan ruwatan, tapi mendalami berbagai persoalan yang ada temasuk menyangkut soal tauhid," jelas Prof Dr Sugiyarto MSi, Ketua pelaksana semiloka Ruwatan : Transformasi Nilai dan Implementasinya dalam masyarakat Jawa Kekinian, Kamis (04/8).

Ruwatan dipilih karena merupakan khasanah budaya Jawa. Dan harus diakui muncul banyak perbedaan pendapat tentang 'khasiat' Ruwatan untuk 'mengudari' persoalan. Ada pihak yang melakukan penolakan karena bertentangan dengan agama.

Sementara Prof Drs Sahid Teguh Widodo PhD mengatakan Ruwatan tidak hanya ada di Jawa, tapi di Bali, Dayak juga ada. Secata universal ritual itu sebagai upaya mengembalikan ke kosmik Lewat pengorbanan (ruwatan) diharapkan dapat welas asih untuk memperbaiki diri.

Karena kesalahan bisa diperbaiki, kata Prof Sahid, yang didampingi ketua Javanologi Dr Ir Mohamad Muqoffa MT (FT). Semiloka akan digelar di Joglo Javanologi kampus Kentingan, Sabtu (06/8).-(Qom)

 

UNS

BERITA REKOMENDASI