ITNY Raih Juara 2 Geothermal Paper Competition Gevoir 2022

Editor: Ary B Prass

 

 

SLEMAN, KRJOGJA.com – Mahasiswa Teknik Geologi Institut Teknologi Nasional Yogakarta (ITNY) kembali meraih juara 2 di ajang Geothermal Paper Competition. Juara 1 dan 3 diraih UPN Veteran Yogyakarta. Kegiatan tersebut telah diumumkan secara online, Sabtu (19/02/2022) lalu.

Geothermal paper competition merupakan bagian dari acara tahunan Gevoir  yang diselenggarakan oleh Student-Chapter (SC) Indonesia Geothermal Association (Inaga) Universitas Trisakti. Tahun ini tema Gevoir adalah ‘Optimizing Geothermal Energy as Future Energy’.

Tim ITNY terdiri dari Febryanto sebagai Ketua (Teknik Geologi 2019) dan beranggotakan  Dimas Ramadhan (Teknik Geologi 2019) dan  Unggul Prabowo (Teknik Geologi 2017)

Febriyanto mengatakan, Gevoir 2022 bertemakan ‘Optimizing Geothermal Energy as Future Energy’ tersebut mengundang seluruh mahasiswa  untuk berpartisipasi di dalamnya. “Pada kesempatan ini, Tim ITNY memilih judul paper ‘Identifikasi Manifestasi Panas Bumi menggunakan Machine Learning Studi Kasus Daerah Ungaran,” ujar Febryanto, Senin (21/02/2022).

Disebutkan  Febriyanto, dalam papernya dipaparkan, mengembangkan suatu kecerdasan buatan melalui permodelan machine learning dari data-data geologi permukaan (manifestasi panas bumi) yang belum terkelola secara optimal. Sehingga dapat dimanfaatkan dalam membantu proses identifikasi jenis panas bumi secara digital di daerah Gunung Ungaran.

Sedangkan Kepala Bagian Kemahasiswaan ITNY, Rizqi Muhammad Mahbub ST MT mengaku  bangga atas prestasi mahasiswa teknik geologi yang berupaya keluar dari zona nyaman untuk mengembangkan technical skill dan menerapkan teknologi dalam bidang ilmu kebumian. “Pengalaman mahasiswa ini akan menjadi bekal kerja atau membuat startup nantinya”, ujar Rizqi.

Selanjutnya, Unggul yang sudah sering menjuarai paper competition ini berharap  tren riset berbasis kolaborasi terus didukung dari pihak-pihak terkait utamanya dari segi kebutuhan data. “Kami berharap di masa depan sistem kecerdasan buatan ini dapat di manfaatkan dalam membantu geologist melakukan proses eksplorasi awal keberadaan manifestasi panas bumi,” ujarnya. (Jay)

 

BERITA REKOMENDASI