Jumlah Tenaga Aktuaris di Indonesia Masih Rendah

YOGYA, KRJOGJA.com – Kebutuhan masyarakat akan perlindungan jiwa dan kesehatan (asuransi) terus meningkat. Namun jumlah tenaga aktuaris di Indonesia masih rendah. Berdasarkan data dari Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI), jumlahnya hanya 500 orang. Tenaga aktuaris sangat dibutuhkan industri asuransi untuk mengukur dan menghitung dampak finansial atas kejadian tak tentu di masa yang akan datang.

Guna menambah jumlah tenaga aktuaris sekaligus mengembangkan profesi aktuaris di industri asuransi jiwa dan umum di Indonesia, AXA Mandiri & AXA terus meningkatkan kerja sama dengan FMIPA UGM. Kerja sama dalam bentuk program beasiswa, pelatihan dan magang serta kesempatan berkarir di AXA Mandiri & AXA bagi mahasiswa UGM lulusan Prodi S1 Matematika dan Statistika. 

Chief Human Resources Officer AXA Indonesia, Rudy F Manik mengatakan, selain program magang dan kesempatan berkarir, kolaborasi perusahaan dan FMIPA UGM membuka peluang saling bertukar tenaga pengajar dan praktisi di industri asuransi. Dengan begitu akan terjadi pertukaran ilmu pengetahuan dan pengalaman terkait lingkup pekerjaan seorang aktuaris serta peluang-peluang yang bisa didapatkan dari industri asuransi bagi profesi ini. 

"Saling bertukar ilmu pengetahuan dan pengalaman antara AXA Mandiri & AXA dan UGM tidak hanya akan mendorong generasi muda yang belajar ilmu matematika dan statistik untuk menjadi aktuaris saja. Tetapi juga menginspirasi bahwa peran mereka sangat besar dalam membangun bisnis asuransi yang berkelanjutan," kata Rudy di Yogyakarta, Minggu (25/11/2018).

Kerja sama antara AXA Mandiri & AXA dan FMIPA UGM telah dimulai sejak akhir tahun 2016. Selain program beasiswa, pelatihan dan magang, juga diadakan kegiatan pengabdian masyarakat seperti edukasi literasi keuangan. Seperti talkshow bertema 'Ilmu Aktuaria, Aktuaris dan Prospek Kerjanya' yang telah diselenggarakan di Kampus FMIPA UGM, Kamis (22/11/2018) lalu. 

Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia FMIPA UGM Dr Gunardi MSi menyambut baik kerja sama pengembangan tenaga aktuaris serta program literasi keuangan ini. Ia percaya kegiatan ini akan sangat bermanfaat bagi mahasiswa UGM dan masyarakat . Terlebih lagi mereka akan lebih sadar akan pentingnya literasi keuangan serta pengelolaan risiko di masa depan. "Program ini sejalan dengan semangat UGM dalam mengembangkan program ilmu aktuaria," tandasnya. (Dev)

BERITA REKOMENDASI