Kampus se-Jateng-DIY Deklarasi Bebas Radikalisme, Narkotika, dan Terorisme

Editor: Agus Sigit

SEMARANG,KRJOGJA.com – Mahasiswa dan pimpinan perguruan tinggi negeri (PTN) dan swasta (PTS) se Jateng-DIY menyuarakan dan menandatangani Deklarasi Anti Narkoba, Anti Radikalisme,dan anti terorisme di kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes) Sabtu (6/5). Deklarasi nasional ini rencananya akan dilakukan juga di berbagai propinsi di tanah air.

Deklarasi juga ditandatangani Menristekdikti Prof Moh Nasir PhD Akt, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Drs Suhardi Alius MH, Kepala BNN Propinsi Jateng Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo., Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum dan semua pimpinan PTN se Jateng dan DIY.

Deklarasi berisi  5 butir pernyataan yaitu menjunjung tinggi NKRI didasarkan nilai Pancasila sebagai Pandangan Hidup bangsa dan UUD 1945 sebagai Dasar Negara, menjaga semboyan Bhinneka Tunggal Ikha dan kerukunan umat beragama, melarang berbagai kegiatan yang bertentangan dengan Pancasila, anti NKRI, intoleransi, radikalisme dan terorisme di lingkungan kampus dan sekitarnya. Juga pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di lingkungan kampus serta menanamkan rasa cinta tanah air dan bela negara. Usai penandatangan deklarasi, Menristekdikti dan Ka BNPT memberi kuliah umum di hadapan mahasiswa penerima bidik misi Unnes tentang penguatan karakter dan prestasi mahasiswa bidikmisi.

Pada kuliah umum, Komjen Pol Drs Suhardi Alius MH mengajak para mahasiswa sebagai para calon pemimpin bangsa dua tiga dekade ke depan agar menggunakan hati karena tidak bisa dibohongi dalam menjaga NKRI, bukan hanya akal dan logika saja.
“NKRI saat ini banyak menghadapi permasalahan menyangkut narkoba, radikalisme dan terorisme di antaranya karena globalisasi dengan perkembangan IT begitu gencar, perubahan pranata sosial budaya begitu cepat, perang proxy dan lain sebagainya yang bisa mendorong semakin menurunnya rasa nasionalisme bangsa Indonesia. Banyak contoh di masyarakat kita belakangan ini muncul dalam bentuk tindakan radikalisme dan terorisme. Mahasiswa sebagai salah satu unsur penting bangsa harus bisa menjaga NKRI, bekerja keras sesuai disiplin ilmunya serta menjaga lingkungan kampus dari terorisme, radikalisme, dan narkoba” ujar Komjen Pol Drs Suhardi Alius MH. (Sgi)

BERITA REKOMENDASI