Kampus Sesungguhnya Dunia Kerja dan Masyarakat

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kampus yang sesungguhnya  adalah dunia kerja dan kehidupan nyata di masyarakat yang terus berkembang. Demikian disampaikan Plt. Rektor UNJ, Prof. Intan Ahmad, dalam wisuda Universitas Negeri Jakarta (UNJ) .Selasa (25/9 2018) Wisuda Semester Genap Tahun Akademik 2017/2018 UNJ  meluluskan 3.944 wisudawan yang terdiri dari mahasiswa D3, S1, S2 dan S3. 

Dalam kesempatan wisuda kali ini, UNJ menghadirkan seorang tokoh muda inspiratif yang menyampaikan orasi ilmiah untuk memotivasi para wisudawan. Dia adalah Adamas Belva Syah Devara, CEO dan co-founder Ruangguru.com, sebuah perusahaan start up di bidang pendidikan yang berhasil memberikan dampak positif untuk pendidikan Indonesia.

Dalam pidato wisudanya, Plt. Rektor UNJ, Prof. Intan Ahmad, menyoroti tentang “Pendidikan dan Pekerjaan (Education to Employment)”. Plt. Rektor menjelaskan bahwa pada tahun 2012 hubungan antara pendidikan dan pekerjaan (education to employment), atau relevansi pendidikan dengan pekerjaan di seluruh dunia, baik pemerintah dan sektor bisnis menghadapi masalah besar, yaitu pengangguran terdidik dan kurang tersedianya tenaga kerja dengan kompetensi (critical skills) yang memadai.

Berkaitan hal tersebut, muncul beberapa pertanyaan:  “Bagaimana suatu negara bisa sukses menggerakkan generasi muda dari pendidikan ke pekerjaan, menjadi warga negara yang produktif? “Apa saja masalahnya, bagaimana mengurangi kesenjangan antara dunia pendidikan dengan dunia kerja? Data juga menunjukkan bahwa para pemangku kepentingan (stakeholders), dalam hal ini dunia kerja (employers), universitas, dan mahasiswa, mempunyai pendapat yang berbeda tentang “kesiapan bekerja” para lulusan baru,” ungkap Plt.Rektor.

Plt. Rektor menjelaskan lebih lanjut, bahwa dunia kerja menginginkan kombinasi berbagai skills yang ternyata berbeda dengan yang telah disiapkan oleh sistem pendidikan di universitas. Yang paling dibutuhkan antara lain, budaya kerja (work habit) yang baik, komunikasi, kemampuan bekerja dalam tim (teamwork), kemampuan berbahasa asing (Bahasa Inggris), membaca, menulis, dan matematika; tampaknya ini semua harus menjadi perhatian kita bersama.

Rektor juga berpesan kepada para wisudawan agar banyak yang menjadi wirausahawan (entrepreneur), pencipta lapangan kerja (job creator), dan bukan pencari kerja (job seeker). Selain itu, para lulusan juga diharapkan dapat menciptakan Iptek sebagai konsep utama daya saing dan pembangunan bangsa, termasuk tentunya dalam menyikapi revolusi industri ke-4. 

"Karena itu, sangat penting bagi  lulusan UNJ untuk dapat melengkapi diri dengan berbagai keterampilan (soft & hard skills), pengetahuan, dan kemampuan yang akan mendukung karier ke depan. Saudara juga akan dihadapkan pada tantangan untuk menguasai future skills profesi masa depan, ‘tidak hanya cukup menguasai literasi lama’ (membaca, menulis, dan matematika) sebagai modal dasar untuk berkiprah di masyarakat, tetapi juga perlu menguasai literasi baru, yaitu literasi  data, literasi teknologi, dan literasi manusia. Jumlah alumni UNJ saat ini telah mencapai 116.085 orang yang menyebar di seluruh penjuru tanah air." (Ati)

UNJ

BERITA REKOMENDASI