Kebangkitan Komunisme Tidak Bisa Dibenarkan

YOGYA, KRJOGJA.com – Populisme religio di Indonesia yang sedang berkembang belakangan ini tidak hanya mengusung isu agama. Namun kecenderungannya sudah mengarah pada isu-isu rasial yang sangat berpotensi menimbulkan pepecahan.

"Termasuk juga isu komunisme semakin kencang dihembuskan. Benturan-benturan ini sangat membahayakan kondisi bangsa ke depan," tegas Ketua PBNU KH Imam Aziz dalam seminar mengangkat tema 'Komunisme dan Populisme Religio Politik' yang digelar PW Fatayat NU DIY didukung PW Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) DIY, PW Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) DIY serta Majelis Pemuda Islam Indonesia (MPII) di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, Senin (30/10/2017).

Menurut KhImam Aziz, sebenarnya masyarakat tidak perlu takut kebangkitan paham komunisme yang sedang hangat diperbincangkan. Sebab, syarat-syarat revolusionernya tidak akan dapat terpenuhi Sehingga, pandangan bahwa ideologi komunisme di Indonesia sudah bangkit cukup susah untuk dibenarkan.

"Melihat sejarah kegagalan demi kegagalan, tampaknya menurut rasio tidak bisa dibenarkan jika komunis bangkit lagi. Apalagi, banyak kegagalan di berbagai negara ketika ingin menerapkan teori Marxisme yang menjadi dasar ideologi komunisme tersebut," lanjutnya.

Pengasuh Ponpes Nurul Ummahat Kotagede KH Abdul Muhaimin menyebut isu populisme bukan isu usang karena menjadi bagian premodialisme yang ada di tengah masyarakat. Bahkan, banyak kepala negara di dunia yang mendulang kemenangan ketika menjalani pemilihan ketika mengusung isu populisme tersebut. (Feb)

BERITA REKOMENDASI