Kebijakan Kemenristekdikti Tantangan Baru Guru Besar

Editor: KRjogja/Gus

SOLO (KRjogja.com) – Kedepan tugas guru besar semakin berat karena selain mengajar mereka setiap tahun dituntut harus bisa mempublikasikan karyanya ke jurnal internasional. Sementara untuk lektor kepala dipatok setiap dua tahun satu karya penelitian terpublikasi di jurnal internasional.

Prof Sulistyo Saputro PhD MSi, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakst (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo mengakui kebijakan baru Kemenristekdikti di atas memang tidak ringan. Ini menjadi tantangan para guru besar dan lektor kepala jika mulai 2017 diterapkan.

"Di UNS saja sementara ini baru 20 prosen dosen yang bisa menembus jurnal internasional," jelasnya saat memimpin road-show hasil penelitian dan pengabdian, Rabu (07/12). Ia tidak merinci berapa guru besar yang sudah berhasil menembus jurnal internasional.

Ia mengingatkan selama ini UNS telah melakukan prakondisi menuju pada kebijakan di atas. Salah satunya menyiapkan dana internal sekitar Rp 24.86 milyar untuk mendukung penelitian dan pengabdian para dosen. Dan secara keseluruhan tahun ada ada sekitar 73.25 milyar. Karena UNS banyak memenangkan hibah kompetisi.

Menurut Prof Sulis, produk penelitian dosen selain untuk mendongkrak publikasi jurnal juga untuk mendorong hilirisasi. Sejak awal sudah ada jalurnya. Jadi semuanya targetnya akan terpenuhi. Hanya yang menjadi kendala ketika pemerintah tengah mendorong penelitian ada kemungkinan kebijakan pengurangan anggaran. "Kami berharap tidak ada pengurangan."

Indonesia berharap pada 2017 terjadi peningkatan hasil penelitian yang terpublukasi di jurnal internasional dan di Asean posisinya meningkat. (Qom)

 

UNS

BERITA REKOMENDASI