Kedatangan Rektor Asing ‘Ditentang’ DPR RI

PATI, KRJOGJA.com – Rencana Kemenristekdikti yang mewacanakan akan mendatangkan rektor asing, mendapat tanggapan 'penolakan' dari pihak legislatif.  

"Karena saat ini perkembangan teknologi sudah maju, bahkan mungkin kedepannya manusia bisa digantikan teknologi yang sedemikan canggih. Lalu apa gunanya rektor asing?" demikian diungkapkan Anggota Komisi II DPR RI, H Firman Subagiyo, Selasa (6/8/2019). Menurutnya Rektor hanyalah seorang administratur saja. 

Sebagaimana diberitakan, Kemenristekdikti merencanakan akan melakukan rekrutmen rektor dari luar negeri. Tujuannya untuk meningkatkan ranking perguruan tinggi Indonesia supaya masuk dalam 100 universitas terbaik dunia. Bahkan pada tahun 2020, sudah ada perguruan tinggi negeri yang dipimpin rektor luar negeri, dan tahun 2024 jumlahnya menjadi lima PTN.  

Pihak Kemenristekdikti  sedang mapping, PTN mana yang paling siap, yang belum, dan perguruan tinggi yang rektornya akan diisi dari asing.  

Menanggapi program tersebut, anggota DPR RI dari Pati Jateng ini, mengaku tidak sepakat. "Apa manfaatnya ambil rektor asing?" tegasnya. Saat ini sudah zamannya teknologi canggi. Peran manusia sudah banyak tergantikan  teknologi.  

Dirinya menegaskan lagi, Perguruan Tinggi Indonesia kualitasnya sudah cukup bagus. "Meskipun  kualitas Perguruan Tinggi Indonesia masih ketinggalan, namun kita belum perlu rektor dari luar negeri," tegasnya. (Cuk)

BERITA REKOMENDASI