Kelaspedia: Menemukan Peluang di Tengah Ketidakpastian

Editor: Ary B Prass

 

YOGYA, KRJOGJA.com-Lanskap industri kerja di Indonesia masih terdampak oleh pandemi COVID-19 hingga saat ini. Laporan Glints menunjukkan bahwa tingkat pengangguran 2021 diprediksi mencapai 7,7 hingga 9,1 persen dari seluruh warga usia produktif (sekitar 14 juta jiwa). Sedangkan, prediksi jumlah penyerapan tenaga kerja hanya 850.000 posisi saja; tidak sampai 10 persen dari angka pengangguran. Kondisi ini tentu mempersulit masyarakat yang belum memiliki pekerjaan saat ini; seperti fresh-graduate, orang-orang yang terdampak kebijakan layoff, dan lain sebagainya.

Untuk bertahan dalam kondisi ini, pada akhirnya masyarakat dituntut untuk berani membuka diri terhadap setiap peluang yang tersedia. Salah satu caranya adalah memanfaatkan teknologi digital untuk membuka diri (self-exposing) dan mengembangkan potensi yang ada pada setiap individu (self-exploring). Hal inilah yang kemudian memunculkan potensi ekonomi kreatif dalam artian sesungguhnya; yaitu individu mendapatkan keuntungan ekonomis karena kreativitasnya dalam memanfaatkan teknologi dan media baru.

“Ada banyak cara yang bisa dicoba. Salah satunya dari mengembangkan hobi hingga menjadi sumber penghasilan. Misal, kamu suka menyanyi atau menari. Kamu bisa mulai membuka channel YouTube dan upload karya kamu di sana. Atau, membuat kerajinan seperti menyulam dan membatik. Kamu bisa pakai marketplace untuk menjual apa yang kamu buat. Jika dijalani dengan serius, kami percaya kalau hobi atau kecintaan kita terhadap suatu hal bisa jadi cara alternatif untuk memperkuat kondisi finansial masing-masing dari kita,” tutur Yopie Irawan, Direktur Kurikulum di Kelaspedia, dalam siaran pers yang dikrim ke Redaksi KRJogja.com.

BERITA REKOMENDASI