Kemampuan Menulis Mahasiswa Masih Rendah

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kemampuan menulis mahasiswa di perguruan tinggi masih rendah padahal menulis menjadi sesuatu yang penting dalam kehidupan umat manusia. Terutama saat mencari kerja

"Apakah perlu menulis skripsi di Indonesia, hal itu sangat masih diperlukan dan dibutuhkan. Hal itu akan membawa hasil ketika mencari kerja.Jika kita bandingkan  di Amerika tidak ada. Tapi setiap semester ada tugas menulisnya. Di Indonesia menulis di akhir saja," kata Dirjen  Belmawa Intan Akhmad di Jakarta, Selasa  (26/06/2018).

Intan menjelaskan menulis menjadi sesuatu yang penting dalam kehidupan umat manusia. Hampir semua kegiatan administrasi di lembaga pemerintah maupun swasta memerlukan aktivitas menulis sebagai salah satu bentuk komunikasi antar personal.

Intan juga menyebut, selama ini kampus kurang fokus menekan pengembangan skill mahasiswa. Akibatnya, kebanyakan mahasiswa hanya berorientasi pada indeks prestasi akademik. "Nilai IP tinggi bukan jadi solusi, tapi apa kelebihan setiap individu dibanding dengan yang lain itu juga perlu diperkuat," ungkap Intan .

Karena itu, Intan meminta agar rektor ataupun petinggi kampus harus juga memfasilitasi setiap bakat siswa. Terutama, dalam pengembangan wirausaha, penguasaan ekonomi digital, dan hal lain yang berkaitan dengan era disrupsi. "Kampus wajib memfasilitasi mereka (mahasiswa). Jadi nantinya setelah lulus mereka lebih kompetitif," jelas Intan.

Selain itu, dia pun meminta agar rektor dan seluruh dosen terus mengingatkan mahasiswanya tentang tantangan di masa yang akan datang. Terlebih, di era revolusi industri 4.0 akan banyak pekerjaan baru yang belum bisa diprediksi. Dan lulusan perguruan tinggi Indonesia, dituntut siap menghadapi era tersebut.

Kendati begitu, lanjut Intan, peningkatan skill mahasiswa juga harus bisa dibarengi dengan nilai indeks prestasi yang baik. Intinya, tegas intan, nilai dan skill harus seiring.

"Perlu diingat, IP dan skill mahasiswa itu harus seiring. Jadi saya sarankan ketika merancang kurikulum, kampus mengundang dari luar, bisa industri atau lainnya yang dinilai sesuai untuk perkuat proses pembelajaran," jelas dia. (Ati)

BERITA REKOMENDASI