Kembangkan ‘Ecosystem Based Disaster Risk Reduction’ Internasional

YOGYA (KRjogja.com) – Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada, dalam hal ini mengupayakan inovasi baru yaitu dengan konsep Ecosystem Based Disaster Risk Reduction atau EcoDRR. Konsep ini merupakan salah satu alternatif solusi pengurangan risiko bencana yang berkelanjutan memanfaatkan pendekatan ekologis.  

Fakultas Geografi bekerja sama dengan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada dan Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi dan dan Geofisika (STMKG) menggelar Summer Short Course on Ecosystem Based Disaster Risk Reduction (EcoDRR) pada 14 – 28 September 2016 di Jakarta dan Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan dan pegetahuan mengenai tema terkait terhadap mahasiswa program sarjana/pascasarjana. 

Dalam kesempatan ini Prof. Dr. Muh Aris Marfai selaku Program Chairman mengemukakan bahwa kegiatan ini dikoordinasikan oleh Tim Biro Kerjasama Luar Negeri (BKLN) Fakultas Geografi UGM dengan Dr. Dyah Rahmawati Hizbaron dan Dr. Estuning Tyas Wulan Mei selaku koordinator kegiatan. Selanjutnya, peserta adalah 48 mahasiswa dari 6 negara, yaitu Nepal, Bangladesh, Philippine, Malaysia, Timor Leste dan Indonesia.  Kegiatan ini berhasil dilaksanakan atas dukungan DKAUI UGM, STMKG dan BMKG. 

Dalam kesempatan ini mahasiswa dari berbagai negara bertukar informasi dan pengalaman mengenai EcoDRR dalam berbagai format kegiatan, baik diskusi di kelas, kegiatan lapangan, hingga praktikum singkat. Rangkaian Summer Short Course dibuka oleh Prof Dr. R. Rijanta selaku Dekan Fakultas Geografi UGM dan Dr. Suko Adi Prayitno selaku Kepala STMKG. 

Pada hari kedua, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dr. Andi Eka Sakya, memberikan keynote mengenai peran BMKG dalam penanggulangan bencana utamanya di tahap diseminasi informasi kebencanaan. Selain kegiatan tersebut, BMKG pun memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengikuti serangkaian kunjungan ke beberapa unit pengelolaan data di BMKG yang telah menjadi rujukan World Meteorology Organization (WMO). 

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan di Yogyakarta, dengan diampu oleh beberapa dosen dari Fakultas Geografi dan Fakultas Kehutanan UGM. Upaya ini akan terus ditingkatkan guna memperluas jejaring kerjasama, serta menghadirkan lebih banyak mahasiswa asing di UGM, serta mempromosikan tema EcoDRR di kancah internasional. Dokumentasi mengenai kegiatan ini dapat diakses pula dalam website http//www.ecodrr.ugm.ac.id.

Pada kesempatan yang sama, Fakultas Geografi telah menggagas kegiatan Science-Policy Dialogue Workshop on EcoDRR yang diselenggarakan pada 14 – 16 September, 2016 di Gedung Serba Guna BMKG, Citeko, Bogor, Jawa Barat. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah memberikan peluang dialog antara akademisi, pengambil keputusan serta praktisi yang bergerak di bidang EcoDRR. Setidaknya 20 peserta hadir dalam kegiatan ini, yang terdiri dari para ahli dari Nepal, India, Mesir dan Malaysia. 

Selain itu praktisi pendidikan dari Universitas Negeri Surakarta, Universitas Negeri Malang, Universitas Khairun Ternate, dan Indonesian International Institute for Urban Resilience and Infrastructure, Resilience Development Initiatives Indonesia (RDI) turut hadir untuk saling bertukar informasi mengenai praktik EcoDRR dengan para pengambil keputusan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Propinsi Daerah Istimewa Jogjakarta, Propinsi Jawa Tengah, Kota Ternate dan Provinsi Maluku Utara. (*)

UGM

BERITA REKOMENDASI