Kemenristek Dikti Data Riset Dosen

SOLO (KRjogja.com) – Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi terus mendata hasil-hasil riset dosen yang berpotensi memasuki hilirisasi. Sementara ini dari Universitas Gajah Mada (UGM) ada empat riset yang didanai, salah satunya inovasi sistem katup celah semilunar yang diberi nama INA Shunt untuk penderita hidrosifalus.

"Inovasi temuan itu sudah diproduksi perusahaan UGM sendiri," jelas Direktur Inovasi Industri, Santosa Yudo Warsono saat mendata hasil riset para dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Kamis (29/09/2016).

Disebutkan, dalam dua tahun terakhir ini sudah ada 20 perguruan tinggi yang tergabung Program Penerapan Inovasi Industri. Ke depan Kemenristekdikti ingin mendorong lebih banyak lagi perguruan tinggi yang masuk. Karena potensi yang dimiiki cukup tinggi. "Ada ratusan yang bisa dikembangkan sebagai produk inovasi."

Tapi itu semua masihbperlu didalami dan dianalisis berapa industri yang benar benar berminat. Jadi proses itu yang sekarang kita lakukan. Kalau industri bersedian kita siap mendanai. Menurut Santosa, ada 37 perguruan tingg yang menyampaikan potensi tentang inovasi.

"Kami sedang mempelajari dari peta itu akan diketahui perguruan tinggi mana dan inovasi apa yang akan dilakukan. Kami ke sini UNS juga dalam rangka itu. Dari 30 hasil riset yang disampaikan UNS berapa potensi yang bisa hilirisasi. Kalau bisa 10 persen sudah luar biasa," tandasnya. (Qom)

BERITA REKOMENDASI