Kenalkan Mahasiswa Iklim Akademik Internasional

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sebanyak 500 orang lebih mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga (SUKA) Yogyakarta mengikuti kegiatan Studium Generale dan Konferensi International dengan tajuk 'Knowledge Production, Culture, and Law in the Muslim World,' Senin (18/09/2017) di Gedung Prof RHA Soenarjo, kampus setempat. Hadir sebagai narasumber Mun’im Sirry, Ph.D (Dosen Universitas Notre Dame, Amerika Serikat), Prof. Najma Moosa, Ph.D (Guru Besar Universitas Western Cape, Afrika Selatan), dan Prof. Noorhaidi, Ph.D. (Direktur Pascasarjana UIN SUKA).

Dalam sambutannya, Direktur menjelaskan, tahun ini Pascasarjana menerima 178 mahasiswa program magister (S2) dan 72 mahasiswa program doktor (S3). Studium generale ini merupakan bagian dari kegiatan orientasi studi mahasiswa baru Pascasarjana yang telah dimulai sejak Kamis (14/09/2017). 

Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof Yudian Wahyudi, Ph.D, saat membuka acara menegaskan komitmen UIN SUKA untuk menjadi World Class University. Menurut Yudian, Pascasarjana merupakan gerbong terdepan untuk mencapai tujuan tersebut. Karena itu ia mengapresiasi berbagai program Pascasarjana yang berskala internasional.

Dalam kesempatan itu, Yudian mensosialisasikan program unggulan UIN SUKA, yaitu International Posdoctoral Program, yang telah memasuki tahun kedua. Program yang bertujuan meningkatkan publikasi internasional para dosen ini tidak hanya diikuti akademisi dalam negeri, tetapi juga diminati para sarjana luar negeri.

Dalam presentasinya, Mun’im Sirry menyoroti ketertinggalan umat Islam saat ini dalam hal produksi ilmu pengetahuan. Ia mengutip ungkapan populer cendekiawan Mesir Amir Shakib Arsalan dalam karyanya Limadza ta’akharal muslimun wa limadza taqaddama ghairuhum? (Mengapa umat Islam mundur dan umat lain maju?), yang terbit pertama kali 1349 H. Kondisi ini menurutnya berkebalikan dengan era kejayaan Islam di abad tengah. Saat itu ulama Muslim justru sangat produktif melahirkan karya-karya ilmu pengetahuan. (*)

BERITA REKOMENDASI