Kepala LLDIKTI DIY : Hati-hati Buka Prodi Baru

BANTUL, KRJOGJA.com – Munculnya wacana kampus merdeka seperti yang dilontarkan Mendikbud, Nadiem Makarim memberi kemudahan bagi perguruan tinggi swasta, termasuk membuka program studi baru.

“Hati-hati buka prodi baru, cermati betul. Bagaimana prospeknya, lulusan terserap dunia kerja atau tidak? Prodi sudah jenuh apa belum?” ujar Prof Didi Achjari MCom Ak CA, Kepala Lembaga Layanan Dikti (LLDikti) Wilayah V saat menyerahkan Surat Keputusan (SK) Mendikbud tentang pembukaan Program Sarjana, Program Studi/Prodi baru, Gizi dan Pendidikan Vokasional Teknik Elektro Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Ruang Serbaguna, lantai 10, kampus 4, Ringroad Selatan, Bantul, Rabu (19/02/2020). Hadir dan memberi sambutan Rektor UAD Dr Muchlas MT. Hadir pula Prof Untung Cahyono (Sektetaris Badan Pelaksana Harian/BPH UAD) serta para dekan serta Kaprodi UAD.

Menurut Didi Achjari, sikap hati-hati membuka prodi baru, perlu dipikirkan bagaimana layanan mahasiswa, persaingan dan prospek prodi baru ke depannya. Seperti Prodi Gizi di Indonesia sudah ada 110 prodi yang sama. “Kalau di DIY ada 6 PT yang buka Prodi Gizi,” ucapnya.

Ditegaskan Didi Achjari, PT yang istitusinya sudah Terakreditaalsi A, B sudah harus tahu, kapan saatnya yang tepat membuka prodi baru. “Banyak yang harus dicermati, dari segi investasi, dosen, prospek lulusan dan perguruan mitra,” ujarnya.

Dr Muchlas MT dalam kesempatan itu antara lain mengatakan, diterima SK 2 prodi baru ini berarti UAD telah memiliki 52 prodi dari Diploma hingga S2. “Prodi baru bagi UAD ini tentu sudah dipertimbangkan masak-masak, dosennya, animo masuk prodi baru, prospek lulusan dan sebagainya,” ujarnya.

Muchlas menambahkan penyelenggaraan pendidikan di UAD pendanaan tidak semata-mata dari mahasiswa. “UAD telah memiliki 5 unit usaha, 4 unit usaha sudah untung,” katanya. (Jay).

BERITA TERKAIT