Komarudin Unggul di Pilrek UNJ

JAKARTA, KRJOGJA.com – Proses pemilihan bakal calon (balon) Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) periode 2019-2023 yang memasuki tahap kedua di kampus Rawamangun Jakarta.  Wakil Rektor II UNJ, Komarudin unggul dengan 61 suara, mengalahkan mengungguli dua calon rektor yang lain yakni Dr Sofiah Hartati dan  Prof Paulina Pannen. Hadir mewakili Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir yaitu Sekretaris Inspektorat Jenderal Kemenristekdikti, Yusrial Bachtiar. Hadir juga Plt Rektor UNJ Intan Ahmad.

Yusrial mengimbau agar pemilik suara menggunakan hak pilihnya dengan baik, untuk memilih rektor terbaik. Sehingga bisa membawa UNJ bereputasi di Asia "Saat ini pundak kita semua diamanahkan memilih di antara tiga calon yang akan membawa UNJ bereputasi di Asia," kata Yusrial.

Dia berharap usai pemilihan tidak boleg ada lagi pengotakan dalam faksi-faksi. Kembali merapatkan barisan bersama-sama membangun UNJ. "Sama-sama capai misi yang kita sepakati bersama membangun SDM unggul Indonesia maju," ujarnya.

Hingga saat ini proses pemungutan suara masih berlangsung. Civitas akademika UNJ dan masyarakat juga bisa menyaksikan secara langsung melalui layar yang disediakan di lingkungan UNJ.

Ketua Senat Guru Besar UNJ Prof Dr Hafid Abbas usai pemilihan Balon Rektor UNJ menjelaskan, ketiga nama terpilih itu nantinya akan diserahkan kepada Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir untuk proses seleksi selanjutnya. Karena menteri memiliki 35 suara yang akan jadi penentu kemenangan salah satu dari tiga kandidat balon rektor.

“Kami berharap Menristekdikti dapat menggunakan hak suaranya dengan penuh kearifan. Menelaah tiap calon secara rasional, demi kemajuan UNJ di masa depan,” ucap Hafid yang sebelumnya menjabat sebagai Dirjen Perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) Kementerian Hukum dan HAM itu.

Ditambahkan, seleksi rektor UNJ tahap ketiga belum ditetapkan waktunya. Meskipun dari jadwal yang ada dan beredar, tahapan ketiga pemilihan senat dengan kemenristek dikti di jadwalkan tanggal 24 September dan pelantikannya tanggal 26 September 2019. 
“Kami akan berkirim surat ke menteri untuk melaporkan dan menyerahkan daftar tiga nama balon rektor. Biasanya butuh waktu 1 bulan untuk penelusuran data balon dari berbagai sumber,” ujarnya. (Ati)

 

BERITA REKOMENDASI