Kongres IX Pancasila Digelar di UGM, Jangan Jadi Sekedar Gagasan Saja

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Pusat Studi Pancasila UGM bakal menggelar Kongres Pancasila IX 21-23 Juli 2017 mendatang bertempat di Gedung Pusat UGM. Dalam agenda tiga hari tersebut, Presiden Joko Widodo dijadwalkan menyampaikan amanatnya di hadapan 2000 peserta yang hadir Sabtu (22/7/2017). 

Prof Sunjoto, Ketua Panitia Kongres Pancasila IX kepada wartawan dalam temu pers di Fortakgama Rabu (19/7/2017) mengatakan kongres kali ini momentumnya dirasa sangat tepat lantaran bangsa sedang dihadapkan dengan masalah krisis kepercayaan pada Pancasila. Ideologi bangsa menurut Sunjoto mulai dipertanyakan oleh masyarakat dan bahkan tidak sedikit yang kemudian meminta agar Pancasila diganti. 

"Penyebabnya, salah satunya karena Pancasila hanya diucapkan saja bukan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kongres ini akan menelurkan sebuah rekomendasi dan secara konkret akan membuat kurikulum untuk tingkat SD hingga Perguruan Tinggi, karena Pancasila harus dilaksanakan," ungkapnya. 

Prof Sunjoto juga mengungkap keprihatinannya lantaran dari 4000 perguruan tinggi di Indonesia, baru 45 saja yang memiliki pusat studi Pancasila. Padahal, menurut dia tujuan sangat jelas yakni untuk menanamkan ideologi bangsa dalam kurikulum dan silabus perkuliahan. 

"Tidak hanya bicara sebutkan sila satu sampai lima dengan maksud dan tujuannya, bukan itu, tapi tujuan akhirnya kampus bisa memastikan kalau cetakannya itu Berpancasila. Kalau Insinyur ya yang Pancasilais, kalau dokter ya yang Pancasilais, itu yang paling penting dan bakal dirumuskan dalam kongres nanti," ungkapnya lagi. 

Prof Sutaryo, Ketua Pengarah Kongres Pancasila IX menambahkan selain Presiden Jokowi yang sudah dijadwalkan memberi amanat, ada pula beberapa narasumber yang akan menyampaikan pandangan dalam diskusi panel seperti Kapolri Jendral Tito Karnavian, Yudi Latif (Ketua Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila) dan beberapa tokoh lainnya. "Ada juga panel yang menghadirkan tokoh yang sudah mengaktualisasi Pancasila seperti Bupati Alor Amon Djobo dan Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo," ungkapnya. 

Prof Sutaryo memastikan kongres IX ini nantinya tak hanya menghasilkan sebuah gagasan yang sifatnya hanya ucapan belaka namun lebih pada pengimplementasian Pancasila dalam kehidupan. "Kita susun kurikulum yang bisa diterapkan, bagaimana Pancasila masuk dalam segi kehidupan yakni salah satunya lewat pendidikan," pungkasnya. (Fxh)

UGM

BERITA REKOMENDASI