Langka, Dosen Ilmu Hukum Tulis Jurnal Internasional

SEMARANG,KRJOGJA.com – Dibanding dengan ilmu bidang teknik, kedokteran dan sejumlah bidang ilmu lainnya, ilmu hukum di Indonesia relatif tertinggal atau masih langka terkait penulisan jurnal ilmiah bereputasi internasional (terindex scopus dan Thompson Reuter) bagi para dosen perguruan tinggi (PT) bidang hukum. 

Karena itu, para dosen hukum harus segera mengejar ketertinggalan tersebut dengan menulis jurnal yang didahului lewat penelitian. "Bidang kami secara umum masih tertinggal disbanding bidang ilmu lainnya. Padahal penulisan jurnal sebagai tuntutan era global, tuntutan pemerintah dan tuntutan Kemenristrkdikti untuk naik jabatan fungsional Lektor Kepala dan Guru Besar serta untuk kepentingan lainnya. Di Undip dosen yang artikelnya diterima dan bakal terbit di jurnal internasional beruptasi akan diberi insentif Rp 25 juta sebagai upaya mendorong dosen menulis jurnal” ujar Dekan Fakultas Hukum (FH) Undip prof Dr Benny Riyanto SH MHum kepada pers di Semarang Senin (04/09/2017).

Tampil sebagai pembicara utama konferensi Prof  Dr Adriaan Berdner (Van Vollenhoven Institute of Law Faculty Leiden University Belanda) dan Assosiate Profesor Dr Ruzian Markom PhD (Fakulti Undang-Undang UKM Malaysia).

Seminar yang menyajikan hampir 200 paper dari 7 negara (Indonesia, AS, Belanda, Jepang, Australia, Malaysia, Brunei) inipun direncanakan diindex scopus (prosidingnya) atau juga ke jurnal Law and Society Journal UKM serta jurnal internasional Diponegoro Law Review Journal (yang reviewernya pakar hokum dari 7 negara). (sgi)

BERITA REKOMENDASI