Lestarikan Kehati Gunung Lawu, KKN UGM Promosikan Kenebejo Ngawi

YOGYA, KRJOGJA.com – Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, membuka secara daring KKN PPM UGM yang diselenggarakan mulai 29 Juni hingga 18 Agustus 2020. Sebanyak 4.504 mahasiswa, 178 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), dan 15 Koordinator Wilayah (Korwil) menunaikan salah satu tugas tridarma di 27 provinsi, 77 kabupaten dan 263 desa.

“KKN merupakan bentuk pengabdian untuk menumbuhkan kepedulian serta mengasah empati mahasiswa terhadap permasalahan nyata di dalam masyarakat,” ungkap Rektor UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng. saat memberikan sambutan dari Balai Senat UGM, 29 Juni 2020. Pada kesempatan yang sama, Direktur Pengabdian kepada Masyarakat, Prof. Ir. Irfan Priyambada, M.Sc., Ph.D., menyebutkan bahwa walaupun penyelenggaraan KKN kali ini secara daring, mahasiswa diminta kreatif di dalam menyusun program kerja KKN.

“Mahasiswa bisa mengembangkan berbagai tema program KKN, seperti mencerdaskan masyarakat menghadapi kenormalan baru (new normal), peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat, penguatan ekonomi pedesaan, serta pengembangan desa wisata,” kata Irfan.

Khusus Provinsi Jawa Timur, UGM menerjunkan 450 mahasiswa; 25 mahasiswa diantaranya melaksanakan KKN di Desa Jaten dan Desa Brubuh, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi. Pada Periode 2 Tahun 2020 kali ini, KKN UGM di Ngawi bertemakan “Pemberdayaan dan Penguatan Kapasitas Masyarakat pada Masa Pandemi Covid-19 guna Mendukung Eco-Tourism serta Pemanfaatan Sumber Daya Alam di Kecamatan Jogorogo, Ngawi” dengan DPL Atus Syahbudin S.Hut., M.Agr., Ph.D. dosen Fakultas Kehutanan dan Korwil Dr. Moh. Masrukhi, M.Hum. dari Fakultas Ilmu Budaya. Selain Pemkab Ngawi, mitra KKN yang berminat untuk bekerja sama adalah Perkebunan teh Jamus PT Candi Loka, pramuka Sako Sekawan Persada Nusantara (SPN), Saka Wanabakti, dan Komunitas Pekarangan dan Kebun Pangan Indonesia.

BERITA REKOMENDASI