Lewat Kampanye SIAGA, Tingkatkan Edukasi Mitigasi Bencana untuk Anak

YOGYA, KRJOGJA.com – Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta berkolaborasi dengan Sekolah Gunung Merapi menyelenggarakan kegiatan kampanye bertajuk Sinau Dolan Mitigasi (SIAGA). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka untuk meningkatkan edukasi mitigasi bencana bagi anak-anak, terutama yang tinggal di Lereng Gunung Merapi.

Sesuai dengan namanya, SIAGA yaitu Sinau (belajar) Dolan (bermain) Mitigasi, materi yang diberikan kepada anak-anak dilakukan dengan cara mengajak mereka belajar sambil bermain. Kegiatan pertama yang diselenggarakan dalam kampanye SIAGA yaitu melakukan kunjungan ke kantor Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). Lembaga di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia yang merekomendasikan penetapan tingkat aktivitas dan teknis mitigasi Gunung Merapi.

Sebanyak 120 peserta yang tediri dari anak-anak beserta dengan orang tuanya ikut serta dalam kunjungan ke kantor BPPTKG, Jumat (30/11/2018). Mereka adalah siswa-siswi dan orang tua murid dari Sekolah Gunung Merapi, serta warga Padukuhan Pangukrejo, Desa Umbulharjo Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman. 

“Kami tergerak untuk membuat kampanye semacam ini karena menyadari pentingnya memberikan edukasi mitigasi bencana sejak dini. Menurut kami, peran orang tua juga memiliki pengaruh besar dalam tumbuh kembang anak. Sehingga dalam acara kali ini kami tidak hanya mengajak anak-anak saja tetapi juga turut melibatkan para orang tuanya untuk ikut serta,” kata ketua kegiatan kampanye SIAGA, Pricilla Pascadeany Frelians, di kantor BPPTKG, Jumat (30/11/2018). 

Mengawali acara kunjungan di kantor BPPTKG, seluruh peserta diajak menonton film Mahaguru Merapi yang disutradarai oleh Ilham Hidayat. Acara selanjutnya adalah mendengarkan sosialisasi dari staf BPPTKG terkait dengan aktivitas terkini Gunung Merapi bagi para orang tua, sementara anak-anak diajak bekeliling kantor BPPTKG. Mulai dari ruang eksposisi yang menyimpan koleksi batuan dan maket Gunung Merapi, kemudian ke ruang monitoring aktivitas Gunung Merapi, dan terakhir ke laboratorium petrografi untuk melihat analisis tentang batuan. Sebagai acara penutup, anak-anak diajak bermain teka-teki silang dalam kelompok-kelompok kecil serta bernyanyi bersama dengan tema kebencanaan dan gunung berapi. 

Rangkaian acara dari kegiatan kampanye SIAGA akan dilanjutkan pada pekan depan, Jumat (7/12/2018) bertempat di Sekolah Gunung Merapi. Nantinya dalam acara tersebut anak-anak akan diberikan materi tentang cara membuat miniatur gunung api dari bubur kertas, mengenal tipe letusan gunung api, hingga mengajarkan anak-anak menjadi generasi tangguh dengan menyiapkan tabungan siaga. 

“Kami berharap dengan adanya kegiatan kampanye SIAGA dapat ikut serta dalam membangun generasi sadar bencana, sehingga bila suatu saat terjadi bencana alam anak-anak tidak panik dan bingung karena sudah memiliki bekal untuk menghadapinya,” ucap Pricilla Pascadeany Frelians.

Semua kegiatan dan materi yang diberikan kepada anak-anak dalam kampanye SIAGA bisa dilihat dalam akun resmi Instagram dan Fan Page Facebook Sekolah Gunung Merapi. (*)

 

BERITA REKOMENDASI