Lokomotif Perekonomian, Kampus Diharap Segera Lakukan Perkuliahan

SEKTOR pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan salah satu lokomotif bagi perekonomian setempat. Oleh karenanya banyak pihak berharap kampus segera melakukan perkuliahan secara langsung agar DIY segera bangkit dari keterpurukan.

Sebagaimana diketahui, pada kuartal II tahun 2020, pertumbuhan ekonomi DIY mengalami kontraksi cukup dalam. Yakni 6,74 persen. Artinya, pemulihan sektor pendidikan ini diharapkan berkontribusi besar untuk mengangkat perekonomian. Tentu saja termasuk sektor pariwisata, yang juga tak kalah penting.

Kendati demikian, perkembangan kasus Covid-19 yang masih fluktuatif menyebabkan Perguruan Tinggi di DIY belum berani membuka secara penuh perkuliahan saat ini. Sebagaimana dikemukakan Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Kemahasiswaan UGM, Prof Dr Ir Djagal Wiseso Marseno MAgr.

Ia mengatakan, UGM telah merancang skenario kegiatan belajar mengajar di tahun ajaran baru 2020/2021. Kegiatan perkuliahan masih akan dilakukan secara daring mulai September hingga Oktober 2020. Lalu, akan berubah menjadi sistem luring (tatap muka) pada November-Desember 2020.

“UGM menerapkan kebijakan gradual repopulation pada mahasiswa di semseter I tahun ajaran 2020/2021. Kebijakan ini mengatur mahasiswa untuk kembali menjalani kegiatan belajar mengajar di kampus secara bertahap,” kata Djagal kepada KR, Sabtu (8/8/2020).

BERITA REKOMENDASI