Mahasiswa KKNT UAA Membuat Program PMT untuk Penanganan Stunting dengan Pelatihan Penanaman Bahan Makanan

PANDEMI covid-19 yang melanda Indonesia sejak bulan Maret 2020 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan masyarakat, termasuk diantaranya sektor pertanian. Sektor pertanian menjadi sorotan karena berkaitan erat dengan ketahanan pangan nasional. Tentunya pada masa pandemi yang sulit seperti sekarang ini ketahanan pangan menjadi sesuatu yang harus diupayakan dan prioritas untuk menghindar dari krisis pangan yang seakan menghantui Indonesia.

Krisis pangan yang berkepanjangan dapat berdampak buruk terhadap masyarakat baik di bidang pendidikan, pendidikan ekonomi, serta bidang kesehatan terutama yang terkait dengan asupan gizi dan pola makan (stunting). Menurut data world bank tahun 2020 menunjukan bahwa prevalensi stunting di Indonesia berada pada urutan ke-115 dari-151 negara di dunia.

Universitas Alma Ata Yogyakarta sebagai salah satu perguruan tinggi yang sedang berkembang di Yogyakarta merasa prihatin dan terpanggil untuk membantu persoalan-persoalan bangsa yang dihadapi. Sebagai wujud kepedulian tersebut, UAA membuat program Kuliah Kerja Nyata Tematik periode ke-2 dengan tema ‘Bersama Mahasiswa Alma Ata Meningkatkan Ketahanan Pangan Masyarakat Dan Mengembangkan Potensi Lokal’ dalam memenuhi salah satu tema tersebut Mahasiswa KKNT mengangkat proker ketahanan pangan untuk membantu PMT di posyandu dalam penanganan stunting.

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek dari standar studinya. Terdapat tiga hal yang harus diperhatikan dalam stunting, yaitu perbaikan terhadap pola makan, pola asuh, serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih.

BERITA REKOMENDASI