Mahasiswa KKNT UAA Menggagas Metode Pengelolaan Sampah dalam Konteks Pembangunan Desa Berkelanjutan

ISLAM mengajarkan para pemeluknya untuk selalu menjaga kebersihan dan keindahan. Salah satu problema manusia adalah akhlah, yang terdekat akhlak kebersihan. Banyak di antara kita yang suka membuang sampah sembarangan baik di rumah, di jalan, di sungai, di saluran air, dan lain sebagainya. Padahal dalam ajaran Islam memungut sampah adalah sedekah, membuang duri dari jalan adalah sedekah. Sampah merupakan isu utama yang masih menjadi masalah di kalangan masyarakat hingga saat ini.

Resah dengan hadirnya sampah dengan begitu banyaknya macam jenis sampah memberikan permasalahan tersendiri bagi masyarakat. Tata cara pengelolaan sampah dengan reduce, reuse dan recycle sangat minim dikuasai dan pada akhirnya masyarakat lebih memilih untuk membuang dan membakar yang menurutnya lebih simple yang sebenarnya dapat merusak lingkungan jika dilakukan secara terus menerus. Hal ini juga diperparah oleh jumlah penggunaan sampah plastik yang terus meningkat dan tidak seimbang dengan pemanfaatan dan pengolahannya. Dusun Karangber, Guwosari, Pajangan, Bantul bersama tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Alma Ata (UAA) masyarakat sekitar bekerja keras menjadikan desanya bebas dari sampah.

“Salah metode dalam menghadirkan solusi untuk permasalahan sampah yang di tawarkan oleh kelompok KKNT Berdikari adalah dengan mengadakan progam kerja berupa ‘Seminar Pengelolaan Bank Sampah Dan Kehalalan Pengelolaan Sampah’. Berkaitan dengan seminar tersebut kelompok berdikari menghadirkan dua narasumber yaitu Ageng Asmara Sani, SEI., ME, selaku dosen Perbankan Syariah Universitas Alma Ata dan Rida Yunita Pangestuti selaku pengelola Bank Sampah Gemah Ripah Bantul. Mereka berdua mencoba mengenalkan dan menumbuhkan rasa peduli terhadap sampah merupakan hal yang mendasar yang harus dimiliki setiap personal masyarakat. Bank sampah hadir sebagai salah satu cara pengelolaan sampah yang baik dan disisi lain mendapatkan keuntungan dari sisi ekonomi dan kebersihan,” ujar Dhidhin Noer Ady Rahmanto SEI., ME, Dosen Pembimbing Lapangan kegiatan ini, Minggu (17 Oktober 2021) di Gedung Serbaguna Dusun Karangber.

Isu Sampah dijadikan program kerja utama dari kegiatan KKNT Universitas Alma Ata ini memiliki beberapa tahapan yang harus dilakukan sebelum berjalannya bank sampah di Dusun Karangber, Guwosari, Pajangan, Bantul, Yogyakarta. Tahapan pertama dimulai dari sosialisasi di Dusun Karangber, Guwosari, Pajangan, Bantul, Yogyakarta Bersama Bank Sampah Gemah Ripah Bantul dan KKNT Universitas Alma Ata dan masyarakat Karangber untuk menjadi penggerak dalam pengelolaan sampah di bank sampah.

Sosialisasi yang diberikan meliputi jenis-jenis sampah yang dapat diolah, pembukuan dan tata kelola administrasi bank sampah, serta pemisahan yang dilakukan di TPS (Tempat Penampungan Sementara). Setelah melalui tahapan sosialisasi bersama pihak masyarakat didusun Karangber. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan awal pentingnya pengelolaan sampah dan keuntungan dari pengadaan bank sampah kepada masyarakat Dusun Karangber, Guwosari, Pajangan, Bantul.(*)

BERITA REKOMENDASI