Mahasiswa Lakukan Digitalisasi Klaster Tradisional

SOLO, KRJOGJA.com – Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS)  Solo didorong untuk melakukan digitalisasi klaster tradisional. Semua produk tradisional yang tersebar di pedesaan dibidik bisa dikembangkan dan digitalisasi.

“Misalnya di Solo ditemukan produk kerajinan yang belum baik, akan kita lacak asalnya dari mana. Kemudian mahasiswa KKN akan mengembangkan,” jelas Prof Dr Ahmad Yunus, wakil rektor 1 UNS pada pembukaan Expo Produk KKN yang digelar di Solo Techno Park (STP), Sabtu-Minggu (20-21/11/2021).

Dicontohkan, di Solo ditemukan ada produk kerajinan yang kualitasnya kurang bagus. UNS akan melacak asalnya dari mana kemudian melakukan pendampingan untuk dikembangkan dan dilakukan digitalisasi.

Sebanyak 1.155 produk unggulan hasil kegiatan KKN Tematik periode Juli-Agustus 2021 dipamerkan selama dua hari. Prof Yunus mengatakan pameran secara keseluruan ini baru pertama digelar. Kegiatan dilaksanakan dalam rangka memamerkan produk kegiatan KKN yang dapat dikembangkan oleh dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Dengan mempertemukan pihak DUDI dengan potensi desa diharapkan program pengembangan desa yang selama ini sudah diinisiasi bisa semakin berkembang. Selain itu kegiatan ini juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa calon peserta KKN periode Januari 2022. Expo dibuka oleh Wakil Wali Kota Teguh Prakosa.

Dalam sambutannya ia mengemukakan pemerintah kota mengapresiasi kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan mahasiswa KKN dan kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Sebanyak 150 stan pameran terdiri atas 212 produk digital, 246 produk edukasi, 157 teknologi tepat guna, 178 produk kerajinan, 212 produk olahan makanan, serta 150 produk kreatif lainnya. (Qom)

BERITA REKOMENDASI