Mahasiswa-Pimpinan UIN Sunan Kalijaga Bahas UKT

Selain itu, secara informal, paguyuban dosen perempuan Kartini UIN dan UPZ memberika sembako kepada 1.300 mahasiswa yang masih di Yogyakarta. Terkait dengan Dana Pembangunan Institusi (DPI) sebesar 1,5 juta untuk setiap mahasiswa baru yang diterima di jalur Mandiri tahun ajaran 2020/2021, Sahiron menjelaskan bahwa DPI ini diadakan karena UIN Sunan Kalijaga membutuhkan dana yang besar, khususnya untuk peningkatan sarana dan prasarana. Namun, agar tidak memberatkan masyarakat di masa pandemi ini, UIN Sunan Kalijaga memberika keleluasaan waktu pembayaran, yakni hingga Semester 6.

Ketua DEMA Universitas Ahmad Rifaldi dan Ketua SEMA Universitas Sepdyon Alhidayat menyatakan apresiasi kepada pimpinan Universitas yang sudah merespon tuntutan dialog terbuka tentang UKT yang mereka sampaikan sebelumnya. Dalam kesempatan berbicara, Rifaldi menekankan bahwa dialog ini diselenggarakan agar mahasiswa UIN Sunan Kalijaga secara luas bisa menyampaikan aspirasi, tidak terbatas pada mereka yang aktif di lembaga kegiatan mahasiswa (LKM).

Rifaldi dan Sepdyon bersama-sama menggarisbawahi pentingnya universitas mengambil kebijakan yang berpihak pada mahasiswa karena hak rakyat mendapatkan pendidikan tetap dihormati selama pandemi. Keduanya mengusulkan agar pemberian dana kuota internet untuk mahasiswa segera direalisasikan dan berharap besaran potongan UKT bisa lebih signifikan. (*)

BERITA REKOMENDASI