Mahasiswa UMS Juara Wintex 2018

SOLO, KRJOGJA.com – Sidory karya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjuarai World Invention and Technology Expo (Wintex) 2018 yang digelar di kampus ITB Bandung, 11-13 Maret. Sidory merupakan kemasan yang bisa mendeteksi merkuri secara mudah, cepat dan murah.

Temuan lima mahasiswa Farmasi idi atas menjawab kebutuhan masyarakat, mengingat alat deteksi dini merkuri berbasis elektronik yang beredar di pasaran sangat mahal, nilainya jutaan rupiah. Sementara Sidory hanya sekitar Rp 6000,- tiap lembar. 

"Selain bisa untuk mendeteksi zat merkuri pada kosmetik, juga untuk air di pertambangan emas," jelas Dekan Farmasi Aziz Syaefuddin PhD, Kamis (15/3).

Lima mahasiswa itu yakni Bayu Aji, Tyas Utomo, Yusdan Nisa, Nazih Ilham dan Lia Intan. Sukses Sydory di Bandung itu membanggakan karena ketika diikutkan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2017 ditolak Dikti. Padahal Wintex diikuti 96 tim dari 10 negara diantaranya Jepang, Korea, Kroasia. "Ini prestasi mahasiswa UMS yang mendunia," kata Dr Sofyan Anif MSi, rektor UMS bangga.

Capaian mahasiswa itu sudah sejalan dengan pengembangan UMS menuju World Class University.  Baik dosen maupun mahasiswa didorong untuk bisa berkarya internasional. Untuk mendorong riset maupun publikasi internasional telah disiapkan penghargaan. "Kami selalu memberi penghargaan bagi mereka yang berprestasi."

Menurut Bayu Aji, ia lebih dari satu tahun mereaksikan berbagai pigmen alamiah dari tumbuhan yang mampu bereaksi dengan merkuri. Setelah gagal memakai cabr dan buah naga, akhirnya ditemukan salah satu bahan rimpang empon-empon yang mampu bereaksi. "Untuk memaksimalkan empon-empon diberikan tambahan zat khusus," katanya. (Qom)

BERITA REKOMENDASI