Mahasiswa UNS Ciptakan Alat Percepatan Produksi Garam

SOLO, KRJOGJA.com – Tiga mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo menciptakan Parabolic Salt Machine, sebuah alat yang dapat membantu percepatan produksi garam. Gagasan pembuatan alat ini karena sebagai negara perairan, tapi Indonesia masih mengimpor garam.

Menurut rencana alat tersebut akan diaplikasikan di Kabupaten Rembang yang memiliki potensi penghasil garam terbesar di Indonesia. Parabolic Salt Machine dirancang tiga mahasiswa masing masing Dji Hanafit dan Muhammad Khoirul Huda dari Program Studi Pendidikan Teknik Mesin (PTM) serta Arini Nurfadilah dari Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Mereka dibawah bimbingan Dr Eng Nugroho Agung Pambudi, dosen Pendidikan Teknik Mesin dan kepala Energy Society Laboratory (ESL). “Kami mengembangkan desain teknologi pembuatan garam ini berkat bimbingan pak Nugroho Agung Pambudi,” jelas Dji, Senin (24/8/2020).

Berawal dari ketertarikan terhadap garam, Dji dan kawan-kawan telah membuat karya tulis “Parabolic Salt Machine Sebagai Inovasi Teknologi Penghasil Garam Dengan Metode Pengabutan Misty Fan Berbasis Solar Concentrator Dan Cakram.” Karya ini berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 Tahun 2020.

Mereka tidak berhenti sampai pada karya tulis, tapi langsung diwujudkan menjadi alat yang diharapkan bisa mengatasi masalah impor garam. Selama ini menurut Dji, petani garam sebagian besar masih menggunakan cara tradisional.

Diakui, sebelumnya sudah dilakukan sebuah penelitian tentang teknologi untuk proses produksi garam, seperti penggunaan teknologi filter ullir, plastik geomembran, dan rumah prisma. Namun kenyataannya belum mampu mengatasi permasalahan produksi garam.

“Kami ingin membuat alat yang mempercepat produksi garam dengan kualitas yang baik,” ujarnya optimis. Proses yang terjadi dalam alat buatan Dji dan kawan-kawannya mulai dari proses filtrasi, kemudian melewati proses pemanasan air laut menggunakan solar concentrator.

Berikutnya akan dipecah partikel airnya menjadi bagian yang kecil-kecil dan bantu hembusan angin dari misty fan. Lewat proses tini air garam akan lebih cepat dalam proses pengkristalan.(Qom)

UNS

BERITA REKOMENDASI