Mahasiswa Unsoed Ciptakan Alat Deteksi Viagra Palsu

Editor: Ivan Aditya

BANYUMAS (KRjogja.com) – Data dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menyebutkan, 45% tablet viagra atau obat kuat (seks) lelaki yang beredar di pasaran adalah palsu. Maraknya kasus pemalsuan obat kuat pria tersebut mendorong mahasiswa Jurusan Farmasi, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto menciptakan alat deteksi obat kuat lelaki palsu yang sederhana, cepat, mudah dan selektif dalam bentuk test strip.

Koordinator Tim Penemu Deteksi Obat Kuat Pria Palsu Jurusan Farmasi, Fikes Unsoed, Siska Khoirunnisa mengatakan obat kuat pria yang paling dikenal adalah paten Viagra. Tablet tersebut punya kandungan kimia sildenafil sitrat yang memang memiliki efek memperbaiki ereksi pria karena dapat menambah waktu relaksasi otot polos penis menjadi lebih lama, sehingga meningkatkan aliran darah ke korvus kavernosum yang berujung pada ereksi pria.

"Sildenafil sitrat dengan nama paten Viagra penggunaannya telah disetujui oleh FDA (Food Drugs Administration) pada tahun 1998.  Penggunaannya di pasaran sangat tinggi karena efek yang ditimbulkan cukup cepat.  Namun jika dipakai secara berlebihan, apalagi oleh orang-orang yang sedang menggunakan obat-obat antihipertensi yang bekerja melebarkan pembuluh darah, maka akan terjadi penurunan tekanan darah secara drastis dan pasien bisa pingsan bahkan kematian" kata Siska Khoirunnisa kepada KRjogja.com, Sabtu (27/08/2016).

Disebutkan, penelitian timnya dengan anggota Yessy Gladiani Sutrisno, Diani Sri Agustien, Nabila Fasya, dan Eva Karyati ini lantas sigap dan tekun meneliti untuk akhirnya menciptakan alat deteksi terhadap obat kuat lelaki palsu. "Hasil ciptaan kami berhasil menembus ajang kompetisi bergengsi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2016 pada tanggal 08 – 11 Agustus 2016 yang diselenggarakan di IPB Bogor, Jawa Barat. Kami dapat penghargaan sebagai runner-up atau medali perak" ujar Siska Khoirunnisa.

Pembimbing Tim, Hendri Wasito MSc, Apt, mengatakan, penemuan alat deteksi seperti itu jelas amat bermanfaat bagi masyarakat, terutama bagi pengguna aktif obat kuat lelaki tersebut untuk tidak dibohongi para penjual. "Saya membimbing lebih pada hal-hal teknis, seperti cara bikin proposal. Terkait temuan mereka adalah murni milik mahasiswa dalam tim tersebut" katanya.

Salah satu anggota tim, Nabila Fasya, mengatakan, alat deteksi pemalsuan obat kuat pria dibuat dalam bentuk test strip dengan memanfaatkan beberapa reagen spesifik yang diimobilisasi secara adsorbsi dalam membran selulosa dengan tahapan penelitian yang cukup panjang di Laboratorium Kimia Farmasi Unsoed.  Test strip itu sendiri terdiri dari tiga bagian utama yaitu membran, reagen, dan detektor.

Membran yang digunakan dalam penelitian ini yaitu cellulose paper, reagen yang digunakan yaitu berbagai reagen untuk deteksi gugus fungsi dalam molekul sildenafil sitrat.  Sedangkan detektor pada test strip yaitu berupa perubahan warna pada tiap strip.   "Alat deteksi test strip tersebut cara penggunaannya cukup mudah semudah penggunaan test strip untuk kehamilan, yakni cukup dicelupkan dalam larutan tablet pil biru viagra yang telah digerus dan dilarutkan dalam air kemudian mengamati perubahan warna," kata Nabila Fasya. (Ero)

BERITA REKOMENDASI