Masa Pandemi, Auditor Harus Kreatif – Inovatif

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJOGJA.com – Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan ‘Ahmad Dahlan Accounting Fair/ADAF#8’, Minggu (21/11/2021).  Kegiatan seminar bertema ‘The Role of Technology in The Development of Information System Audits During Pandemic’ dibuka Tina Sulistiyani SE MM (Wakil Dekan FEB-UAD). Sebelumnya Moch Dzikir Husna (Ketua Ahmad Dahlan Accounting Fair/ADAF #8) memberi pengantar.

‘Accounting Fair’ menghadirkan narasumber Jariyanto SE MN CPA CPSAK CSFA (Kepala Perwakilan Instansi Badan Pemeriksa Keuangan/BPK Perwakilan DIY), Sartini W SE MSc Acc PhD (dosen tetap Akuntansi UAD), Antonius Djohan Natawirla SE Akk CISA CSFA (Executive Team ISACA Indonesian Chapter) dengan moderator Lu’lu Nafiati SE MSc (Dosen UAD).

Tina Sulistiyani dalam sambutan antara lain mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan setiap tahun. “Harapanya ADAF#8 bisa menambah wawasan mahasiswa dari narasumber akademisi, ahli, praktisi menyampaikan sesuatu yang baru,” ucanya. Ditegaskan, dunia akuntansi sangat luas cakupan baik ranah publik dan pemerintahan. “Apalagi saat pandemi Covid-19 semakin pelik dan kompleks,” katanya.

Sedangkan Jariyanto dalam kesempatan itu antara lain mengatakan, masa pandemi Covid-19 ada positif – negatif, ada plus – minusnya dalam menjalankan tugas pemeriksaan keuangan negara. “Melakukan audit yang biasa dilakukan secara langsung ke lokasi/lapangan, audit masa pandemi dilakukan secara daring,” ucapnya. Untuk itu, Auditor harus tetap kreatif dan inovatif menjalankan tugasnya melakukan pemeriksaan keuangan negara maupun pemeriksaan kinerja.

Ditegaskan Jariyanto, kondisi pandemi harus bekerja secara profesional sesuai kompetensinya dengan berbagai perangkat yang ada.

Disebutkan, BPK tugasnya antara lain, memeriksa pengelolaan dan tanggungjawab keuangan negara, baik dilakukan pemerintah pusat, daerah, BUMN, BUMD.(Jay)

 

BERITA REKOMENDASI