Masa Ta’aruf UMS Jauh Dari Perploncoan

Editor: KRjogja/Gus

SOLO (KRjogja.com) – Masa Ta'aruf penyambutan mahasiswa baru yang digelar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sudah didesain jauh dari perpeloncoan. Pusat Pimpinan IMM sendiri jauh hari telah menyiapkan program untuk menghindari terjadinya tindak perpeloncoan.

"Dalam Masa Ta'aruf kami diberi porsi untuk memberikan bekal IMM dan Kemuhammadiyahan. Fokusnya itu," jelas Muhammad Isnan, Ketua Forkom IMM Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) saat mendampingi Wakil Rektor III Prof Dr Wahyuddin pada Ekspo dan Display Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Lapangan Eduparks, Rabu (31/8).

"Pak Rektor (Prof Dr Bambang Setiaji, Red) juga telah wanti-wanti agar tidak ada aksi perpeloncoan kepada mahasiswa baru," tambah Wahyuddin. Fotmat Masa Ta'aruf dan Penyambutan Mahasiswa Baru (Masta – PMB) sudah dirancang jauh dari perploncoan. Meski ada dua tahapan Masta, tapi diyakini aman.

Masta pertama yang digelar universitas untuk mendorong mahasiswa baru maju di bidang akademik dan minat bakat. Mereka dikumpulkan untuk saling mengkasihi dan diberikan bekal taqwa. Jadi tidak ada celah untuk melakukan tindak perpeloncoan. Mereka justru diberikan bekal yang mengarah pada optimalisasi solusi dalam pemecahan berbagai masalah.

Ekspo dan Display Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dibuka rektor Prof Bambang Setiaji. Sebanyak 7592 mahasiswa baru terlihat antusias melihat aksi dan stand 28 UKM. Sementara IMM mentargetkan bisa merekrut 1000 orang. Dari jumlah itu setiap fakultas bisa menemukan 30 kader. "Dalam satu tahun akan terlihat kader IMM yang muncul," kata M Isnan. (Qom)

 

UMS

BERITA REKOMENDASI