Membangun Desa Menuju Masyarakat yang Mandiri dan Bebas Stunting

YOGYA, KRJOGJA.com – Indonesia memiliki target untuk mencapai generasi emas di tahun 2045. Untuk itu, harus didukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) berkualitas dimulai sejak 1000 hari pertama kehidupan agar mencegah anak terlahir stunting.

Pemerintah menggandeng Perguruan Tinggi meluncurkan program Mahasiswa Peduli Stunting atau disebut Mahasiswa Penting. Program itu merupakan bentuk pendampingan kepada keluarga berisiko stunting.

“Pemerintah menggandeng perguruan tinggi khususnya mahasiswa agar mereka ikut memberikan edukasi terutama kepada calon pengantin, ibu hamil berisiko, dan ibu menyusui. Namun perlu diingat karena ini upaya pencegahan maka tidak ada kata berhenti dan harus terus dilakukan,” ujar Prof.Dr.Evy Damayanthi, MS, Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia IPB, dalam Seminar Nasional, Program Penelitian Kebijakan MBKM dan Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian dan Purwarupa PTS Kerjasama Universitas Alma Ata dengan Ditjen Ristek Tahun 2021. Seminar digelar di Hotel Pandanaran Yogya secara luring dan daring, Senin (27/12/2021).

Presiden Joko Widodo, telah mengeluarkan Peraturan Presiden No. 72/2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Oleh karena itu, target penurunan angka stunting hingga 14 persen di 2024 harus benar-benar digenjot dengan melibatkan semua pihak, termasuk perguruan tinggi.

“Stunting ini bukan hanya concern orang kesehatan saja, tapi seluruh lintas ilmu. Maka saat memberikan edukasi, mahasiswa juga bisa melakukannya lewat pendekatan budaya setempat dan memberikan contoh. Saya kira program Mahasiswa Penting ini merupakan inovasi dan upaya nyata pencegahan stuntiny yang sejalan dengan program KKN tematik mahasiswa dan Kampus Merdeka yang sudah dijalankan oleh perguruan tinggi, sebagai penanggungjawab percepatan penanganan stunting sesuai amanat Perpres No. 72/2021,” jelas Sang Kompiang Wirawan PhD, Direktur Program Innovatif Academy UGM.

BERITA REKOMENDASI